klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Warga Nganjuk Ini Kumpulkan Benda Purbakala Untuk Museum, Pernah Ditawar Puluhan Juta Tak Dilepas

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Aris Trio Effendi menata batu-batu koleksinya. (Asep Bahar/Klikjatim.com)
Aris Trio Effendi menata batu-batu koleksinya. (Asep Bahar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Nganjuk - Berawal dari ingin mengembangkan situs sejarah di wilayah Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk tidak punah dan terkenal, Aris Trio Effendi (41) mengoleksi ratusan benda kuno. Dia mengumpulkan benda-benda dari zaman Prasejarah, Klasik, hingga Kolonial belanda sehingga membentuk museum mini di rumahnya di Desa/Kecamatan Ngetos, yang sebagian diantaranya telah terintegrasi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

[irp]

"Saya senang dengan benda kuno ini berawal dari banyaknya artefak yang berserakan di sekitar candi ngetos. Kemudian saya kumpulkan untuk dilakukan perawatan. secara bertahab, saya suka benda kuno kini tak terasa sudah sekitar 20 tahun," kata Aris Trio Effendi saat ditemui KLIKJATIM.COM di rumahnya. Kamis (05/11/20).

Di museum mini milik Aris, koleksinya cukup beragam. Mulai fosil kerang laut, batu dari sisa bangunan candi, umpak, timbangan batu, lumpang kecil, alat berburu manusia purba, uang koin dari beberapa masa, botol minuman zaman kolonial, dan lainnya.

Meskipun terdapat orang yang ingin membeli benda purbakala miliknya jutaan rupiah namun Aris tetap tidak memberikannya. 

"Pernah ada yang menawar benda purbakala milik saya puluhan juta rupiah. Namun saya lebih senang mengoleksi benda purbakala ini, sedangkan fosil kerang laut saya peroleh dari hutan dan bukit yang ada di wilayah Nganjuk Utara," tuturnya.

Koleksi di museum mini milik Aris ini juga sudah dikoordinasikan dengan Museum Anjuk Ladang yang ada di Nganjuk kota milik pemerintah, agar dapat digunakan oleh masyarakat untuk menambah wawasan terutama pelajar dan mahasiswa. 

Aris berharap agar seluruh benda kuno miliknya dapat segera teregistrasi. Dan berharap kepada masyarakat agar lebih mencintai benda purbakala agar terhindar daripada kerusakan. (bro)

Editor :