klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ratusan Calhaj Sumenep Berstatus Risiko Tinggi, Pengawasan Kesehatan Diperketat

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
Antre: Calon haji asal Sumenep antre di bandara sebelum bertolak menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. (doc. Istimewa/Klikjatim.Com)
Antre: Calon haji asal Sumenep antre di bandara sebelum bertolak menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. (doc. Istimewa/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Tantangan kesehatan menjadi perhatian serius dalam penyelenggaraan ibadah haji Kabupaten Sumenep tahun ini. Berdasarkan hasil skrining medis terbaru, sebagian besar calon jemaah haji (Calhaj) asal Bumi Sumekar masuk dalam kategori Berisiko Tinggi (Risti).

Dari total 1.330 jemaah yang terdaftar untuk berangkat ke Tanah Suci, tercatat sebanyak 805 orang atau sekitar 60 persen membutuhkan perhatian medis yang lebih intensif mulai dari proses keberangkatan hingga kepulangan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Achmad Syamsuri, menjelaskan bahwa klasifikasi risti ini merupakan hasil pemeriksaan menyeluruh oleh tim medis.

"Data calon haji yang berisiko tinggi ini sesuai laporan yang kami terima dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan petugas medis," ujar Syamsuri, Minggu (26/4/2026).

Menurut Syamsuri, faktor usia lanjut menjadi penyebab dominan jemaah masuk kategori risti. Selain faktor usia, tim medis juga menemukan adanya penyakit penyerta (komorbid) pada sejumlah jemaah, seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes melitus, hingga gangguan jantung.

Temuan data kesehatan ini telah diteruskan secara resmi kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tingkat kabupaten. Tujuannya agar jemaah kategori risti mendapatkan layanan, pengawasan, dan fasilitas penunjang yang tepat selama menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi.

Dinkes P2KB Sumenep sebagai mitra strategis Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen melakukan pendampingan berkelanjutan.

"Dinkes yang menjadi mitra juga intens melakukan pendampingan, baik saat sebelum berangkat, hingga mereka berangkat dan kembali ke tanah air," imbuh Syamsuri.

Pada musim haji 2026 ini, sebanyak 1.330 Calhaj asal Sumenep dijadwalkan terbang ke Makkah. Jemaah tersebut terbagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter), dengan rincian Kloter 77 debanyak 373 jemaah, Kloter 78 sebanyak 376 jemaah, Kloter 79 sebanyak 373 jemaah, dan Kloter 81 sebanyak 208 jemaah. 

Dinas Kesehatan mengimbau para jemaah, khususnya yang berstatus risti, untuk tetap menjaga pola makan, istirahat yang cukup, dan rutin mengonsumsi obat-obatan yang telah direkomendasikan dokter agar dapat menunaikan rukun haji dengan maksimal.

Editor :