KLIKJATIM.Com | Gresik - Kabupaten Gresik hingga kini terus berupaya menurunkan risiko penularan Covid-19, melalui penerapan protokol kesehatan dan perawatan maksimal bagi mereka yang terpapar. Tenaga medis menjadi ujung tombak untuk merawat dan mentembuhkan para pasien. Mereka tiap hari terus berjibaku menyelamatkan pasien hingga pada titik akhir memakamkan.
Ini yang dilakoni para dokter dan perawat di beberapa puskesmas tetap menjalankan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satunya di Puskesmas Industri Jalan Arief Rahman Hakim, Pekauman, Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik.
[irp]
Saat mengunjungi puskesmas di wilayah kecamatan Kota, tampak Kepala Puskesmas Industri dr. Widyaningsih sedang memeriksa puluhan pasien. Tidak hanya memeriksa pasien dokter yang merupakan anak kandung Cabup Moh Qosim itu membantu karyawan lainnya melayani pasien.
dr. Widya menceritakan, dirinya menjadi kepala puskesmas (Kapus) sejak akhir bulan Desember 2019. Dan saat dirinya diangkat kapus tidak berselang lama pandemi Covid-19 datang.
"Setelah masuk kan ada Covid-19, kita gencarkan tracking, pemakaman pasien Covid-19. Dan puncaknya jatuh di Bulan Juli, dua hari sekali, bahkan satu minggu lima kali pemakaman, dan bulan Agustus ini sudah landai," katanya saat ditemui di Puskesmas Industri Gresik. Rabu (9/9/2020).
Dengan memakai baju hazmat, dan alat pernapasan dr. Widya bergantian masuk ruangan memeriksa pasien yang berkunjung. "Biasanya perhari sebelum Covid-19 ada 80 orang setiap harinya datang ke Puskesmas, kalau sekarang semasa pandemi setengahnya, 40, 50 orang," jelas dr. Widya.
Dirinya juga kadang melakukan perganyian dengan dokter di Puskesmas itu, karena dalam prosesnya ada dua dokter termasuk dr. Widya bergantian melayani pasien yang datang.
"Kita gantian di poli Usila, poli hamil atau kandungan, dengan poli UGD sama Umum," tambahnya.
Dr. Widya menjelaskan, diriya juga melakukan evaluasi di desa sebelum Covid-19. Yang dilakukan setiap pagi saat masuk kerja.
"Kami kadang diundang ke desa memberikan materi tentang pelayanan kesehatan atau selama Covid- 19, bagaimana protokol pemakaman dan perawatan semasa Covid-19," tuturnya.
Tidak hanya itu, pelayanan di Puskesmas Industri juga melayani peserta BPJS kesehatan. Meski tidak berasal warga Gresik.
"Kalau BPJS sudah pasti ada pelayanan disini, jika ada warga yang tidak punya BPJS, tapi masul wilayah kami, kami akan layani. Dan pengunjung rutin disini, pengunjung l ansia, atau bisa dikatakan pengunjung tetap," pungkasnya.
Salah satu pengunjung Aminatus Saadah (31) asal Jalan Ra Kartini, Kelurahan Telogo Patut, Gresik/Gresik saat berkunjung ke Puskesmas Industri, dirinya merasakan pelayanan yang baik dan efektif.
"Saya mengikuti program KB spiral ayudi setiap bulan pasti datang kesini, disini pelayanan bagus dan enak. Orangnya sabar," katanya sambil menunggu nomer antriannya dipanggil petugas nakes.
Pengunjung lainnya, Ami (28) asal Plumpang, Tuban juga mengalami hal yang sama, meski statusnya bukan asal daerah Gresik. Dirinya bisa terlayani dengan baik menggunakan BPJS kesehatan.
"Dokternya sangat ramah, dan pelayananya bagus, dan fasilitas kesehatan (Fakes) juga enak," singkatnya.
Sebelumnya, di Puskesmas Industri juga melakukan bagi-bagi takjil dan nasi buka puasa. Seluruh karyawan puskesmas dan kontributor luar juga menyumbang makanan yang bisa diambil gratis di depan Puskesmas Industri setiap harinya, dan 50 paket makanan setiap hari. (bro)
Editor : Redaksi