klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dari Ujungpangkah hingga Driyorejo, Lima Kebakaran Menguji Kesigapan Damkar Gresik

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Petugas Damkar Gresik menyemprotkan air ke api yang membakar rumah warga di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah. (Dok/Damkar Gresik for Klikjatim.com)
Petugas Damkar Gresik menyemprotkan air ke api yang membakar rumah warga di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah. (Dok/Damkar Gresik for Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Lima kejadian kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik, Selasa (25/8/2026). Dari rangkaian kejadian tersebut, kebakaran melanda rumah warga, pohon bambu, tumpukan limbah kayu, hingga lahan yang ditumbuhi ilalang.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Pemkab Gresik Suyono mengatakan, seluruh kejadian berhasil ditangani petugas dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

“Alhamdulillah, seluruh kejadian bisa kami tangani dan tidak ada korban jiwa maupun luka. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan api ditinggalkan tanpa pengawasan,” ujar Suyono.

Kebakaran pertama terjadi di rumah milik Jailan, warga RT 1/RW 10 Dusun Bondot, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah. Laporan diterima petugas pada pukul 08.15 WIB dan petugas Pos Damkar Dukun tiba di lokasi sekitar pukul 08.35 WIB.

Berdasarkan keterangan pemilik rumah dan warga sekitar, api diduga berasal dari korsleting listrik. Api kemudian menyambar sejumlah perabotan dan cepat membesar karena sebagian struktur rumah masih menggunakan material kayu.

Petugas mengerahkan satu unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai untuk melakukan penanganan. Api berhasil dipastikan padam dan kondisi lokasi dinyatakan aman pada pukul 09.25 WIB.

Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp50 juta. Tidak ada korban jiwa maupun luka.

Kejadian berikutnya berlangsung di Jalan Raya Cerme Lor Nomor 90, Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme. Kali ini objek yang terbakar berupa pohon bambu di lahan milik Santun.

Kebakaran diduga bermula ketika pemilik lahan membakar sampah kemudian meninggalkan lokasi. Api selanjutnya merembet ke rumpun bambu dan dikhawatirkan menjalar ke rumah.

Laporan diterima petugas pada pukul 12.07 WIB. Personel Pos Damkar Menganti tiba sekitar pukul 12.33 WIB dan langsung melakukan pemadaman serta pembasahan. Api berhasil dikendalikan dan lokasi dinyatakan kondusif pada pukul 13.47 WIB.

Di Kecamatan Kebomas, kebakaran kembali terjadi di Jalan Raya Kedanyang. Kali ini petugas menangani tumpukan sampah limbah kayu yang kembali terbakar setelah kejadian sehari sebelumnya.

Asap dari tumpukan limbah tersebut mengganggu pengguna jalan sehingga warga kembali melaporkan kejadian tersebut melalui layanan darurat. Petugas Posko Kota Damkarmat Gresik kemudian diterjunkan untuk melakukan pemadaman sekaligus pembasahan.

Penanganan berlangsung cukup lama karena petugas harus mengurai dan mengaduk tumpukan limbah kayu agar titik api di bagian bawah dapat dipadamkan. Petugas juga mendapat bantuan satu unit alat berat jenis bego dari luar untuk mengurai material yang terbakar.

Dalam proses penanganan, salah satu unit truk tangki suplai mengalami kendala pada mesin sehingga harus diganti dengan armada lain. Setelah seluruh titik api dipastikan padam dan lokasi kondusif, petugas meninggalkan lokasi sekitar pukul 15.33 WIB.

Kebakaran keempat terjadi di Dusun Mboro, Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti. Sampah dan rumput ilalang terbakar hingga api merembet ke area sekitarnya.

Petugas Pos Damkarmat Menganti menerima laporan pada pukul 16.07 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 16.17 WIB. Pemadaman dan pembasahan dilakukan hingga api benar-benar padam. Penanganan selesai sekitar pukul 16.56 WIB.

Sementara itu, kebakaran kelima terjadi di kawasan Perumahan Centraland, Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo. Objek yang terbakar berupa rumput ilalang di lahan kosong.

Menurut informasi yang dihimpun petugas, kebakaran diduga bermula dari aktivitas warga yang membakar sampah. Api kemudian lepas dari pengawasan dan merambat dengan cepat ke ilalang di lahan kosong.

Kejadian tersebut dilaporkan oleh anggota Polsek Driyorejo. Personel Pos Damkarmat Driyorejo langsung menuju lokasi dengan membawa perlengkapan alat pelindung diri serta satu unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai.

Petugas membutuhkan waktu hampir dua jam untuk memadamkan api dan melakukan pembasahan. Penanganan selesai sekitar pukul 19.46 WIB dan tidak ditemukan korban jiwa maupun luka.

Suyono menegaskan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas pembakaran sampah. Api yang ditinggalkan tanpa pengawasan dapat dengan mudah merambat, terutama pada tumpukan material mudah terbakar dan lahan yang ditumbuhi rumput kering atau ilalang.

“Kalau memang harus membakar sampah, jangan ditinggal. Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Lebih baik lagi, masyarakat menghindari pembakaran terbuka yang berpotensi merembet dan membahayakan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Berdasarkan rekapitulasi Damkarmat Gresik, hingga kejadian terakhir pada Selasa (25/8), jumlah kebakaran selama Agustus 2026 telah mencapai 91 kejadian. Pada periode yang sama, jumlah kejadian rescue atau penyelamatan tercatat sebanyak 91 kejadian.

Editor :