KLIKJATIM.Com | Jember -Sebuah rumah milik warga di RT 003/RW 007 Dusun Balekambang, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ludes terbakar saat ditinggal pemiliknya, Selasa (25/8/2026) petang.
Peristiwa tersebut membuat pemilik rumah syok, sementara istrinya bahkan sempat pingsan berkali-kali setelah mengetahui rumah dan sejumlah barang berharga milik mereka habis dilalap api.
Rumah tersebut milik Juri (45) dan istrinya, Sulipah Ekawati (43). Saat kebakaran terjadi sekitar pukul 18.45 WIB, pasangan suami istri tersebut bersama anaknya sedang berada di rumah orang tua di wilayah Desa Kencong untuk keperluan keluarga. Rumah saat itu dalam kondisi kosong.
Kobaran api pertama kali diketahui Salam (60), warga yang tinggal di sekitar lokasi. Ia melihat api dari rumah korban dan setelah didekati diketahui kobaran api berasal dari bagian ruang tamu, tepatnya di sekitar kursi.
Melihat api semakin membesar, Salam kemudian berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar langsung berdatangan dan berusaha melakukan pemadaman secara gotong royong sambil melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat Desa Paseban.
"Api awalnya terlihat dari bagian ruang tamu. Warga kemudian berusaha memadamkan api bersama-sama," kata Kanit Intel Polsek Kencong Aipda Eko Budi Maskuriawan saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Menurut informasi sementara dari saksi dan warga, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Salah satu dugaan sumbernya berasal dari charger HP yang masih terhubung dengan aliran listrik ketika rumah ditinggalkan.
Diketahui kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan.
Eko menjelaskan, bagian atap serta dapur belakang yang terbuat dari anyaman bambu ikut terbakar. Sejumlah barang rumah tangga, kendaraan, barang elektronik dan dokumen penting milik korban, termasuk ijazah serta surat tanah, tidak berhasil diselamatkan.
Hanya beberapa barang elektronik seperti televisi dan kulkas yang disebut berhasil diamankan dari kobaran api.
"Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta," sambungnya.
Terkait upaya pemadaman, lebih lanjut Eko menyampaikan, dilakukan oleh warga dibantu relawan setempat. Upaya terus melakukan pemadaman hingga sekitar pukul 20.15 WIB.
Sekitar pukul 20.30 WIB, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jember tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan serta pendinginan terhadap bangunan yang masih menyisakan titik api.
Sekitar pukul 21.00 WIB, seluruh titik api dinyatakan berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi kembali aman.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kondisi psikologis keluarga korban sempat terguncang. Sulipah Ekawati istri pemilik rumah, disebut mengalami syok berat hingga beberapa kali pingsan setelah melihat rumahnya terbakar.
"Sementara Juri juga mengalami syok, namun tetap dalam kondisi sadar," kata Eko.
Untuk sementara, Juri bersama istri dan anaknya tinggal di rumah keluarga istrinya yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kebakaran.
Dari kejadian ini, polisi masih menyatakan penyebab kebakaran sebagai dugaan sementara.
"Korsleting listrik diduga dari charger HP yang masih tercolok di listrik, saat pemilik rumah pergi. Lebih lanjut masih didalami," pungkas Eko.
Editor : Ratno