KLIKJATIM.Com | Surabaya — PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) mencatat perkembangan positif sepanjang Semester I 2026. Kinerja tersebut terlihat dari peningkatan volume tebu yang digiling serta produksi gula dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hingga Semester I 2026, realisasi tebu giling SGN mencapai 3.129.398,07 ton, naik sekitar 20 persen dibandingkan Semester I 2025 yang berada di angka 2.601.130,55 ton.
Kenaikan juga terjadi pada produksi gula. SGN membukukan produksi sebesar 178.763,46 ton, atau tumbuh sekitar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 141.568,91 ton.
Peningkatan tersebut terjadi di hampir seluruh pabrik gula (PG) yang berada di bawah SGN. Kondisi ini menjadi salah satu indikator membaiknya produktivitas perusahaan, baik dari sisi budidaya tebu maupun pengolahan di pabrik.
Memasuki musim giling 2026, SGN melakukan sejumlah langkah untuk menjaga tren positif tersebut. Optimalisasi pabrik, peningkatan kualitas bahan baku, penguatan manajemen operasional serta percepatan program produktivitas dilakukan secara terintegrasi dari sisi on-farm hingga off-farm.
Sekretaris Perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara, Yunianta, mengatakan capaian Semester I 2026 merupakan hasil kerja bersama antara perusahaan, petani, dan berbagai mitra strategis.
“Semester pertama 2026 menjadi momentum penting bagi SGN untuk memastikan bahwa berbagai program yang telah dirancang dapat berjalan dan memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas. Data capaian tebu dan produksi gula menunjukkan progres yang positif, termasuk peningkatan kinerja di hampir seluruh pabrik gula,” ujar Yunianta.
Menurut dia, capaian tersebut belum menjadi alasan bagi perusahaan untuk berpuas diri. SGN masih memiliki ruang untuk meningkatkan efektivitas operasional dan mengoptimalkan potensi yang tersedia pada Semester II 2026.
Dari sisi hulu, SGN juga memperkuat kemitraan dengan petani untuk menjaga ketersediaan sekaligus kualitas bahan baku. Sejumlah program terus didorong, mulai dari percepatan bongkar ratoon, perluasan areal tanam, peningkatan produktivitas lahan hingga pemanfaatan teknologi dan mekanisasi.
Penguatan kemitraan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjamin pasokan tebu bagi pabrik gula, tetapi juga mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Petani merupakan bagian penting dalam ekosistem pergulaan nasional. Karena itu, penguatan kemitraan dan peningkatan produktivitas tebu menjadi perhatian utama kami. Kami ingin memastikan bahwa peningkatan kinerja perusahaan juga berjalan seiring dengan penguatan hubungan dan manfaat yang dirasakan oleh para petani,” kata Yunianta.
Selain mengejar peningkatan produksi, SGN melanjutkan agenda transformasi perusahaan. Digitalisasi proses bisnis, penerapan manajemen risiko, efisiensi operasional dan penguatan tata kelola menjadi bagian dari langkah perusahaan menghadapi dinamika industri gula.
Transformasi tersebut dikembangkan melalui semangat Go Lean, Go Green, dan Go AI. Ketiga pendekatan itu diarahkan untuk membangun proses bisnis yang lebih efisien, ramah lingkungan dan berbasis teknologi, sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.
SGN juga terus membangun sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mendukung agenda swasembada gula nasional. Peningkatan produktivitas tebu, optimalisasi kapasitas pabrik hingga penguatan rantai pasok menjadi bagian dari upaya membangun industri gula nasional yang lebih kuat.
Yunianta menegaskan, kenaikan produksi pada Semester I 2026 akan menjadi pijakan bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja pada paruh kedua tahun ini.
“Peningkatan tebu giling sekitar 20 persen dan produksi gula sekitar 26 persen menjadi modal penting untuk melanjutkan akselerasi. Semester kedua harus menjadi momentum untuk memperkuat kinerja dan menuntaskan target yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Dengan capaian tersebut, SGN memasuki Semester II 2026 dengan fokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi, keberlanjutan dan penguatan tata kelola. Perusahaan menargetkan seluruh potensi yang ada dapat dioptimalkan untuk memperkuat kinerja sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan industri gula nasional.
Tentang PT Sinergi Gula Nusantara
PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau Sugar Co merupakan subholding gula PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang bergerak di bidang agroindustri komoditas gula.
SGN didirikan pada 17 Agustus 2021 berdasarkan Surat Menteri BUMN Nomor S-527/MBU/07/2021 tanggal 26 Juli 2021 sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis gula PTPN Group. Perusahaan menjadi salah satu bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diarahkan untuk mendukung pencapaian swasembada gula nasional.
SGN mengonsolidasikan 36 pabrik gula Perkebunan Nusantara, dua pabrik gula PT PG Rajawali I, tiga pabrik gula PT PG Rajawali II, serta satu pabrik gula PT Candi Baru yang tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
Perusahaan menjalankan restrukturisasi bisnis dan transformasi usaha pada sektor pengolahan tebu, kemitraan budidaya, peningkatan kesejahteraan petani tebu rakyat serta unit-unit pendukung untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan.
Editor : Abdul Aziz Qomar