klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

PT Petrokimia Gresik Pastikan Penyediaan Pupuk Bersubsidi Mencukupi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
PT Petrokimia Gresik memastikan persediaan pupuk bersubsidi mencukupi
PT Petrokimia Gresik memastikan persediaan pupuk bersubsidi mencukupi

KLIKJATIM.Com | Gresik - Menghadapi musim tanam akhir tahun ini, PT Petrokimia Gresik memastikan persediaan pupuk bersubsidi mencukupi. BUMN holding Pupuk Indonesia ini berkewajiban menyediakan dan menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai ketetuan pemerintah.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi SatriyoAnnurogo, mengungkapkan bahwa saat ini stok bersubsidi Petrokimia Gresik sejumlah418.451 ton, dengan rincian Pupuk Urea 51.278 ton, ZA 53.782 ton, SP-36 100.111 ton,Phonska 153.948 ton, dan Petroganik 59.332 ton.

[irp]

Dari total stok tersebut, untuk Provinsi Jawa Timur sebesar 130.402 ton, dengan rincian Urea51.278 ton, ZA 15.531 ton, SP-36 24.387 ton, NPK Phonska 10.316 ton dan Petroganik28.890 ton. Sedangkan untuk Kabupaten Gresik sebesar 22.718 ton antara lain Urea 3.265ton, ZA 871 ton, SP-36 7.561 ton, NPK Phonska 1.954 ton, dan Petroganik 9.067 ton.

“Kewajiban dari Petrokimia Gresik adalah menyediakan dan menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan atau penugasan dari pemerintah,” ujar Dwi Satriyo.

Dwi Satriyo juga menambahkan bahwa Petrokimia Gresik senantiasa siap mendukung ketahanan pangan nasional, dimana pupuk bersubsidi, sebagai salah satu sarana produksipertanian, menjadi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terlebih ditengah kondisi wabah Covid-19 yang belum mereda. "Tidak hanya pupuk, Petrokimia Gresik juga siap membantu petani dalam pengendalianhama, sehingga pengawalannya lengkap," ujarnya.

Dwi Satriyo menambahkan, dalam penyaluran pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020 Tentang Alokasidan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020.Dalam Permentan tersebut, Kementan menetapkan alokasi pupuk bersubsidi nasional sebesar 7,9 juta ton kepada Pupuk Indonesia.

Dari jumlah tersebut, Petrokimia Gresik mendapat tugas penyaluran sebesar 4,7 juta ton atau 59�ri total penugasan nasional.Selebihnya, akan disalurkan oleh produsen pupuk anggota holding Pupuk Indonesia lainnya.Untuk memastikan penyaluran hingga ke daerah, lanjutnya, Petrokimia Gresik memiliki 77orang Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) yang tersebar di berbagai wilayah diIndonesia. Mereka rutin berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Petugas Penyuluh Lapangan(PPL), Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), kelompok tani, hingga aparatberwajib setempat.

"Dalam penyalurannya, perusahaan memegang teguh prinsip 6 tepat, yaitu Tepat Harga,Tepat Tempat, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu,” jelasnya.

Oleh karena itu, Ia menegaskan kepada seluruh distributor dan kios resmi untuk senantiasamematuhi seluruh peraturan yang berlaku. Serta tidak terlibat dalam penyelewengan, penimbunan, atau menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Petrokimia Gresik tidak akan segan untuk memberhentikan kerjasama distribusi jika distributor atau kios resmi terbukti melakukan penyelewengan,” tegas Dwi Satriyo.

Terkait pola pemupukan, Dwi Satriyo mengimbau petani untuk mengikuti rekomendasi umum pemupukan berimbang 5:3:2, yaitu 500 kg pupuk organik Petroganik, 300 kg pupuk NPKPhonska atau Phonska Plus, dan 200 kg pupuk Urea untuk setiap satu hektar sawah.

Perpaduan pupuk organik dan anorganik ini, selain menjaga keberlanjutan pertanian, jugaterbukti mampu meningkatkan produktivitas 1-2 ton gabah kering panen untuk setiap hektar sawah. “Pemupukan berimbang ini juga merupakan solusi atas pemakaian pupuk yang cenderung berlebih oleh petani. Sehingga alokasi pupuk bersubsidi yang terbatas dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Selain kewajiban menyediakan pupuk bersubsidi, lanjutnya, Petrokimia Gresik juga menyiapkan stok pupuk non-subsidi. Langkah ini adalah solusi bagi petani yang kebutuhan pupuknya tidak teralokasi dalam skema subsidi.Selain pemupukan, Petrokimia Gresik juga menyediakan produk pengendalian hama bagipetani melalui anak perusahaan (Petrokimia Kayaku dan Petrosida Gresik). Dengan pemupukan berimbang dan kawalan pengendalian hama yang tepat maka produktivitas padidiharapkan meningkat.

Dan yang tak kalah penting, Petrokimia Gresik juga memiliki layanan mobil uji tanah bagipetani untuk mengetahui kondisi tanah pertanian di masing-masing daerah sehingga dapatmemberikan rekomendasi pemupukan yang tepat."Saat ini sudah ada 15 unit mobil uji tanah yang beroperasi di delapan provinsi untuk melayanipetani," ujarnya.Dwi Satriyo berharap berbagai upaya yang dilakukan Petrokimia Gresik dapatmendukung program percepatan pemulihan perekonomian nasional melalui kesejahteraanpetani serta dapat menjaga stok pangan nasional di tengah wabah Covid-19. (hen)

Editor :