klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Polisi Selidiki Penemuan Jenazah Lansia di Sumur Desa Lenteng Barat Sumenep

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
EVAKUASI: Petugas gabungan mengevakuasi jenazah yang ditemukan di dalam sumur di Dusun Bindung II, Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Rabu (1/7/2026). (doc. Humas Polres Sumenep/Klikjatim
EVAKUASI: Petugas gabungan mengevakuasi jenazah yang ditemukan di dalam sumur di Dusun Bindung II, Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Rabu (1/7/2026). (doc. Humas Polres Sumenep/Klikjatim

KLIKJATIM.Com | Sumenep - Warga Dusun Bindung II, Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, dibuat geger setelah sesosok jenazah ditemukan mengapung di dalam sumur pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.


Korban diketahui bernama Sa'ena (65), seorang petani asal Dusun Darusa Barat, Desa Ellak Laok, Kecamatan Lenteng. Sebelumnya, ia dilaporkan hilang sejak Senin (29/6/2026) setelah tidak kembali ke rumah.


Kapolsek Lenteng, Iptu Widianto menjelaskan, bahwa korban terakhir diketahui meninggalkan rumah pada Senin pagi. 


Menyadari korban tidak kunjung pulang, keluarga bersama warga berupaya melakukan pencarian di sejumlah lokasi sekitar desa, namun keberadaannya belum berhasil ditemukan.


Perkembangan baru terjadi dua hari kemudian saat warga mendapati air pada salah satu sumur di Dusun Bindung II tampak lebih keruh dari biasanya. 


Rasa penasaran mendorong warga memeriksa bagian dalam sumur menggunakan senter. Dari pemeriksaan tersebut, terlihat tubuh seseorang mengapung di permukaan air.


Laporan mengenai penemuan itu kemudian disampaikan Kepala Desa Ellak Laok melalui layanan darurat SilaPor 112.


Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Basarnas, pihak kepolisian dan petugas puskesmas setempat mendatangi lokasi untuk melakukan proses evakuasi.


"Usai dievakuasi, petugas memastikan jenazah tersebut adalah Sa'ena, warga yang sebelumnya dinyatakan hilang. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," kata Widianto, Kamis (2/7).


Dari keterangan keluarga, mereka menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Karena itu, keluarga menolak dilakukan pemeriksaan medis maupun autopsi terhadap jenazah.


Penolakan tersebut juga dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa keluarga menerima kejadian tersebut sebagai kecelakaan dan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa.


Meski demikian, kepolisian tetap menjalankan prosedur penyelidikan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan para saksi, berkoordinasi dengan instansi terkait, serta mendalami peristiwa tersebut untuk memastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana.


Widianto turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.


"Kami meminta masyarakat segera menghubungi kepolisian maupun layanan darurat apabila menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan cepat agar dapat segera ditindaklanjuti," tukasnya.

Editor :