KLIKJATIM.Com | Jember - Dua kandang ayam di Kabupaten Jember, terbakar dalam waktu berdekatan. Kebakaran yang terjadi di Kecamatan Umbulsari dan Kecamatan Arjasa itu menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp3,3 miliar.
Dalam asesmen sementara UPT Damkarmat (Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) Satpol PP Pemkab Jember, alat pemanas di dalam kandang menjadi dugaan awal penyebab kebakaran.
Kebakaran pertama terjadi di kandang ayam milik Kholid di kawasan Kidul Rowo, Dusun Banjarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari, Sabtu (15/8/2026) malam. Laporan diterima petugas Damkarmat Jember pada pukul 21.05 WIB.
Danru B Mako Damkarmat Pemkab Jember Dwi Atmoko mengatakan, satu menit setelah menerima laporan, petugas langsung memberangkatkan dua unit kendaraan pemadam dari Mako B dan Posko Rambipuji dengan delapan personel.
“Pukul 21.06 WIB kami langsung memberangkatkan dua unit Damkar dengan delapan personel ke lokasi,” kata Dwi saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.
Tim tiba sekitar pukul 21.46 WIB dan langsung melakukan pemetaan kondisi sebelum memulai pemadaman. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 00.35 WIB, kemudian petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.
Kandang ayam berukuran sekitar 22 x 60 meter tersebut mengalami kerusakan. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
“Penyebab sementara kebakaran dari mesin pemanas,” ujar Dwi.
Belum berselang lama, kebakaran kembali terjadi di kandang ayam milik Subadri di Dusun Darsono, Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, Minggu (16/8/2026) pagi.
Laporan kedua diterima Damkarmat Jember pada pukul 05.50 WIB. Dua unit Damkar dari Mako B dan Posko Kalisat kemudian diberangkatkan pada pukul 05.52 WIB dengan delapan personel.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB dan langsung melakukan pemetaan serta pemadaman. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan.
Kandang ayam yang terbakar di Arjasa berukuran sekitar 120 x 112 meter. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka, tetapi kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp1,3 miliar.
“Untuk penyebab sementara kebakaran di Arjasa berasal dari arang pemanas,” jelas Dwi.
Dua kejadian tersebut sama-sama mengarah pada penggunaan alat atau sumber panas sebagai dugaan awal pemicu kebakaran. Di Umbulsari, petugas menyebut mesin pemanas, sedangkan di Arjasa sumber panas yang diduga menjadi penyebab berasal dari arang pemanas.
Jika digabungkan, kerugian dari dua kebakaran kandang ayam tersebut mencapai sekitar Rp3,3 miliar. Angka tersebut masih merupakan taksiran sementara berdasarkan hasil asesmen petugas di lapangan.
Penanganan kebakaran di Umbulsari melibatkan UPT Damkar Mako B dan Damkar Posko Rambipuji. Sementara di Arjasa, pemadaman melibatkan UPT Damkar Mako B, Damkar Posko Kalisat, Koramil dan Polsek setempat.
Dwi menegaskan, penyebab yang disampaikan tersebut masih merupakan hasil asesmen sementara. Kepastian penyebab kebakaran tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Kebakaran yang terjadi berurutan ini sekaligus menyoroti penggunaan alat pemanas di kandang ayam.
"Sumber panas yang digunakan untuk menjaga kondisi kandang perlu mendapat perhatian, terutama karena kebakaran dapat berkembang cepat di area kandang yang berukuran besar dan menimbulkan kerugian material hingga miliaran rupiah," pungkasnya.
Editor : Wahyudi