klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihentikan, Komisi I DPR Minta Pelatihan Difokuskan pada Kompetensi Manajerial

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh. (Dok)
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Jakarta – Penghentian program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) mendapat dukungan dari Komisi I DPR RI. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah evaluatif setelah pelaksanaan program sebelumnya menelan korban jiwa.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, menilai keputusan Kementerian Pertahanan menghentikan Latsarmil dan menggantinya dengan pendidikan bela negara serta pelatihan manajerial sudah sesuai dengan kebutuhan peserta.

Menurutnya, tugas calon manajer koperasi lebih menuntut kemampuan dalam mengelola organisasi dan usaha dibandingkan keterampilan yang diperoleh melalui latihan dasar kemiliteran.

"Calon manajer koperasi membutuhkan penguatan kapasitas di bidang manajemen, kepemimpinan, tata kelola organisasi, serta pengembangan usaha agar mampu mengelola koperasi secara profesional dan akuntabel," ujarnya.

Kebijakan penghentian Latsarmil dilakukan setelah Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengevaluasi pelaksanaan program menyusul meninggalnya lima peserta selama mengikuti latihan dasar kemiliteran.

Meski mendukung perubahan tersebut, Oleh menegaskan pendidikan bela negara tetap penting diberikan sebagai bagian dari pembentukan karakter, disiplin, dan semangat pengabdian kepada bangsa. Namun, materi pelatihan harus disesuaikan dengan peran peserta sebagai penggerak pembangunan ekonomi desa dan sektor perikanan.

Ia juga mengingatkan agar evaluasi yang dilakukan pemerintah tidak berhenti pada pergantian nama program semata. Menurutnya, materi pembelajaran, metode pelatihan, hingga sistem pelaksanaannya harus diperbaiki secara menyeluruh agar benar-benar relevan dengan kebutuhan calon pengelola koperasi.

"Yang paling penting, pelatihan ke depan tidak lagi menimbulkan korban jiwa. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh sehingga program lebih efektif dan sesuai dengan tujuan pembentukan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi," katanya.

Perubahan skema pelatihan tersebut diharapkan dapat membekali calon manajer Kopdes Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih dengan kompetensi yang lebih sesuai untuk mengelola koperasi secara profesional, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa dan nelayan.

Editor :