KLIKJATIM.Com | Sumenep – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sumenep hingga kini belum berjalan optimal. Meski telah diresmikan lebih dari sebulan lalu, sedikitnya empat koperasi masih belum membuka layanan maupun menjalankan aktivitas usaha.
Empat koperasi tersebut berada di Kecamatan Ambunten, Saronggi, Pragaan, dan Ganding. Berdasarkan pantauan di lapangan, bangunan koperasi masih dalam kondisi tertutup tanpa adanya aktivitas pelayanan kepada masyarakat ataupun kegiatan ekonomi.
Salah seorang pengurus KDMP berinisial IM membenarkan bahwa hingga awal Juli 2026 belum ada koperasi Merah Putih di Sumenep yang benar-benar beroperasi.
"Setahu saya belum ada yang beroperasi. Di lapangan, termasuk di grup internal pengurus KDMP, belum ada yang mulai buka," ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Menurut IM, seluruh proses administrasi telah diselesaikan. Namun, koperasi masih menunggu tahapan berikutnya sebelum dapat menjalankan operasional.
"Belum ada aktivitas jual beli maupun pelayanan kepada masyarakat. Jadi memang belum memasuki tahap operasional," katanya.
Hal senada disampaikan pengurus KDMP lainnya, FH. Ia menduga belum dibukanya koperasi berkaitan dengan proses pelatihan calon manajer yang masih berlangsung.
"Bisa jadi karena manajer koperasi masih mengikuti pelatihan. Kemungkinan setelah pelatihan selesai baru koperasi mulai dibuka," ungkapnya.
FH mengaku belum mengetahui siapa yang akan ditunjuk sebagai manajer koperasi di wilayahnya. Ia menyebut kemungkinan posisi tersebut juga dapat diisi oleh tenaga dari luar Kabupaten Sumenep.
"Mungkin saja manajernya berasal dari luar daerah. Saat ini masih menunggu seluruh rangkaian pelatihan selesai," ujarnya.
Belum beroperasinya koperasi membuat masyarakat belum dapat memanfaatkan berbagai layanan dan aktivitas ekonomi yang dirancang melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak pada 16 Mei 2026. Peluncuran nasional dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Namun hingga awal Juli 2026, sedikitnya empat KDMP di Kabupaten Sumenep masih belum memulai kegiatan operasional.
Editor : Abdul Aziz Qomar