klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dua Bulan Alami Kekeringan, Ratusan Warga Pakusari Jember Akhirnya Terima Bantuan Air Bersih

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Tim gabungan dari BPBD Jember dan PMI Kabupaten Jember mendistribusikan bantuan air bersih. (Hatta/Klikjatim.com)
Tim gabungan dari BPBD Jember dan PMI Kabupaten Jember mendistribusikan bantuan air bersih. (Hatta/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember – Setelah sekitar dua bulan mengalami krisis air bersih akibat kemarau, ratusan kepala keluarga (KK) di Dusun Bunder, Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, akhirnya bisa bernapas lega.

Mereka menerima bantuan distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember pada Kamis (2/7/2026).

Bantuan ini disalurkan menyusul laporan kekeringan yang menyebabkan sebagian besar sumur warga mengering. Sementara itu, sumur yang masih menyimpan sedikit air hanya menghasilkan air keruh dan bercampur lumpur, sehingga sama sekali tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, warga yang terdampak kekeringan ini tersebar di wilayah RT 02 dan RT 03 RW 13 Dusun Bunder dengan total sekitar 125 KK. Menindaklanjuti kondisi tersebut, tim gabungan BPBD dan PMI langsung bergerak menuju lokasi sekitar pukul 09.30 WIB dan tiba setengah jam kemudian untuk menyalurkan bantuan.

Dalam proses distribusi, tampak ratusan warga antusias dan berebut antre dengan membawa ember, galon air bekas, hingga wadah apa pun yang bisa digunakan untuk menampung air bersih. Proses pembagian bantuan darurat ini berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Truk tangki air yang dikerahkan ke lokasi juga langsung mengisi tandon-tandon air yang tersedia di permukiman warga.

Total sebanyak 9.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga pada tahap awal ini, yang terdiri dari 5.000 liter pasokan dari BPBD dan 4.000 liter dari PMI. Selain pasokan air, BPBD juga menyerahkan bantuan fasilitas berupa 20 jeriken berkapasitas 20 liter serta tiga unit tandon air berkapasitas 1.200 liter untuk ditempatkan secara strategis di titik-titik terdampak.

Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Evyan Efendi, mengatakan bahwa intervensi bantuan ini diberikan setelah adanya koordinasi intensif dengan BPBD. Hasil asesmen lapangan memang menunjukkan kondisi warga yang sangat mendesak membutuhkan pasokan air bersih, baik untuk konsumsi maupun kebutuhan rumah tangga.

“Berdasarkan hasil asesmen, sumur warga dengan kedalaman hingga 16 meter sudah mulai keruh saat memasuki musim kemarau. Selama ini warga terpaksa mengambil air dari sekitar area tambang bata dan dekat TPA yang jaraknya cukup jauh serta kondisinya kurang baik. Hari ini kami mendistribusikan air bersih untuk kebutuhan minum dan kebutuhan rumah tangga warga,” ujar Ghufron di sela-sela memantau jalannya distribusi.

Ghufron menambahkan, PMI telah menyiapkan skema distribusi rutin selama masa kekeringan berlangsung. Truk tangki milik PMI yang berkapasitas 5.000 liter air bersih layak konsumsi direncanakan akan melakukan pengiriman berkala setiap dua hari sekali.

“Kami sudah berkomitmen bersama BPBD untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan. Distribusi air akan terus dilakukan sampai kondisi kekeringan berakhir,” tegasnya.

Kesulitan ini turut dibenarkan oleh salah seorang warga setempat, Nurul Hayati (45). Ia mengaku keluarganya sudah sekitar dua bulan terakhir kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur miliknya yang berkedalaman sekitar 12 meter masih menyisakan sedikit air, namun jumlahnya sangat terbatas dan hanya melimpah saat musim hujan.

“Sudah dua bulan tidak ada air. Sumur ada, tapi sedikit sekali. Kalau musim hujan airnya banyak, tapi kalau kemarau habis,” tutur Nurul.

Selama sumber air di rumahnya mati, Nurul dan warga lainnya terpaksa mengambil air dari sumur bor di masjid yang letaknya cukup jauh dari permukiman. Sedangkan untuk kebutuhan konsumsi, mereka terpaksa merogoh kocek untuk membeli air isi ulang.

“Kalau untuk minum kadang beli galon Rp6.000. Kalau tidak beli ya tidak ada air untuk diminum. Alhamdulillah sekarang ada bantuan air bersih, sangat membantu warga. Ini bantuan akhirnya datang, kami warga semua antre agar dapat air bersih," imbuh Nurul lega.

Secara terpisah, Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa distribusi bantuan logistik air ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026, serta diperkuat oleh surat permohonan resmi dari Pemerintah Desa Sumber Pinang.

Menurut hasil pemetaan, sumber air terdekat sebenarnya berasal dari sumur bor yang berjarak sekitar 600 meter dari permukiman warga. Namun, fasilitas infrastruktur tersebut belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat karena belum tersedianya meteran listrik dan jaringan pipa distribusi menuju rumah-rumah warga.

"Bantuan air bersih ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat setempat. BPBD merekomendasikan distribusi air bersih berkala dilakukan setiap dua hari sekali ke empat tandon yang tersedia di lokasi terdampak, terdiri dari tiga tandon milik BPBD dan satu tandon milik warga," pungkas Edy

Editor :