klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Optimalkan Lahan 23,7 Hektare, Lapas Bojonegoro Cetak Warga Binaan Terampil Sekaligus Dukung Ketahanan Pangan

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
Melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) seluas 23,7 hektare di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, para warga binaan dibekali dengan berbagai keterampilan produktif di sektor pertanian dan peternakan.
Melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) seluas 23,7 hektare di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, para warga binaan dibekali dengan berbagai keterampilan produktif di sektor pertanian dan peternakan.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Langkah ini diwujudkan melalui optimalisasi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang terletak di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Berdiri di atas lahan seluas 23,7 hektare, kawasan SAE ini disulap menjadi pusat pembinaan kemandirian yang produktif bagi para warga binaan, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.

Tak sekadar menjadi tempat menghabiskan masa pidana, SAE dirancang menjadi ruang belajar bagi warga binaan. Di sini, mereka diajarkan berbagai keterampilan praktis yang diharapkan bisa menjadi modal berharga saat nanti kembali ke tengah masyarakat.

Para warga binaan terlibat aktif dalam seluruh siklus produksi, mulai dari proses awal pengolahan lahan, penanaman, perawatan berkala, hingga masa panen hasil bumi dan ternak. Di bawah pengelolaan Seksi Kegiatan Kerja Lapas Bojonegoro yang dipimpin oleh Suyatno, program ini dipastikan berjalan optimal, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kecakapan kerja para warga binaan.

Potensi lahan yang luas dimanfaatkan secara maksimal dengan memadukan dua sektor utama. Pada sektor pertanian, lahan ini ditanami dengan beragam komoditas seperti padi, jagung, cabai, singkong, dan pepaya.

Sementara pada sektor peternakan, pihak Lapas mengelola tiga ratus ekor ayam petelur dan seribu delapan ratus lima puluh ekor bebek petelur. Hasil dari seluruh budidaya ini tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menjaga stabilitas pasokan dan pemenuhan kebutuhan pangan.

"Sarana Asimilasi dan Edukasi merupakan media pembinaan yang sangat strategis bagi warga binaan. Melalui kegiatan pertanian dan peternakan, mereka tidak hanya mengisi masa pidana dengan aktivitas produktif, tetapi juga memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas," ujar Kalapas Kelas IIA Bojonegoro, Hari Winarca, Rabu (1/7/2026).

Hari menambahkan bahwa optimalisasi lahan SAE ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dari Lapas Bojonegoro untuk menyukseskan program prioritas Presiden RI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Melalui integrasi pembinaan ini, Lapas Bojonegoro berharap dapat mencetak alumni warga binaan yang mandiri, memiliki etos kerja tinggi, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas setelah menyelesaikan masa hukumannya.

Editor :