klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Setelah Lima Hari Dicari, Nelayan KLM Pantes Ditemukan Meninggal di Pantai Paseban Jember

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Tim SAR mengevakuasi salah satu Nelayan KLM Pantes yang ditemukan di Pantai Paseban Jember. (Dok/Basarnas for Klikjatim)
Tim SAR mengevakuasi salah satu Nelayan KLM Pantes yang ditemukan di Pantai Paseban Jember. (Dok/Basarnas for Klikjatim)

KLIKJATIM.Com | Jember – Setelah lima hari dilakukan pencarian, satu dari tiga nelayan yang hilang setelah Kapal Layar Motor (KLM) Pantes terbalik di perairan Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, akhirnya ditemukan.

Korban bernama Moh. Sholihin (34), nelayan asal Desa Mojosari, Kecamatan Puger. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Pantai Paseban pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Informasi penemuan korban pertama kali disampaikan warga kepada Tim SAR Gabungan. Petugas kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Koordinator Pos SAR Jember, S. Jefriyanzah Putra Pratama, mengatakan korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 14.15 WIB. Jenazah ditemukan pada koordinat 8°20'48.48" LS dan 113°21'23.98" BT, atau sekitar 10 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian kecelakaan (LKK), dengan heading 105 derajat ke arah timur.

"Alhamdulillah, satu korban atas nama Solihin, kita Tim SAR gabungan bersama warga dan keluarga berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak 10 nautical mile dari LKK dan heading 105 arah timur. Selanjutnya, korban kita evakuasi ke rumah duka," ujar Jefri.

Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans untuk diserahkan kepada keluarga. Meski kondisi tubuh korban telah mengalami pembengkakan akibat cukup lama berada di air, pihak keluarga masih dapat mengenalinya melalui pakaian yang dikenakan.

"Korban pertama kali ditemukan oleh warga dan dikenali dari pakaian oleh keluarga. Pakaian korban masih utuh dan melekat di tubuhnya. Karena sudah terlalu lama di air, kondisi tubuhnya bengkak, tetapi alhamdulillah masih dapat dikenali oleh keluarga," katanya.

Sebelumnya, KLM Pantes berangkat dari Pelabuhan Perikanan Puger pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Kapal tersebut membawa lima nelayan menuju perairan Maleman untuk mencari ikan.

Usai melaut, kapal kemudian berlayar kembali menuju daratan. Namun, sekitar pukul 02.00 WIB pada Rabu (19/8/2026), kapal berada terlalu dekat dengan tepi perairan. Gelombang kemudian menghantam bagian kanan kapal hingga menyebabkan lambung bocor dan kapal akhirnya terbalik.

Dari lima nelayan yang berada di atas kapal, Samino (65), warga Desa Bagon, Kecamatan Puger, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara Sahwiyanto (46), warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dengan ditemukannya Sholihin, total dua korban meninggal dunia dalam kecelakaan laut tersebut telah ditemukan. Sementara dua nelayan lainnya, yakni Mujai (58) dan Samsul (45), masih dalam pencarian.

Jefri mengatakan, pencarian terhadap kedua korban yang masih hilang kembali dilanjutkan setelah proses evakuasi Sholihin selesai. Tim SAR Gabungan membagi operasi pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).

Satu SRU melakukan penyisiran di sepanjang pesisir pantai, sedangkan satu tim lainnya melakukan pencarian di wilayah laut.

"Tim SAR gabungan tetap melakukan pencarian dan penyisiran di seputaran pesisir pantai dan melakukan penyisiran di laut dengan dua SRU. Satu SRU penyisiran di pesisir pantai dan satu SRU kita lakukan penyisiran di laut," jelasnya.

Operasi pencarian masih menghadapi tantangan kondisi gelombang di perairan selatan Jember. Tim SAR mencatat tinggi gelombang maksimum di sekitar pantai selatan dapat mencapai 2,5 meter dengan kecepatan angin hingga sekitar 15 knot.

Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan melibatkan Pos SAR Jember, BPBD Jember dan Lumajang, Polair Jember, Polsek dan Koramil Kencong, Pos AL Puger, PMI, relawan, perangkat kampung, mahasiswa, serta nelayan setempat.

Hingga Minggu sore, pencarian terhadap Mujai dan Samsul masih terus dilakukan. Tim SAR Gabungan berupaya menemukan kedua korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Editor :