klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bawa Alat Berat, Massa Bongkar Bangunan Indomaret yang Ditolak Warga Pamekasan

avatar Abdus Syukur
  • URL berhasil dicopy
Ratusan massa merusak bangunan toko ritel Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan
Ratusan massa merusak bangunan toko ritel Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan

KLIKJATIM.Com | Pamekasan - Ratusan massa merusak bangunan toko ritel Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, saat menggelar aksi penolakan pembangunan toko tersebut, Rabu.

Massa yang mengatasnamakan alumni dan santri dari sejumlah pondok pesantren di Kecamatan Palengaan mendatangi lokasi pembangunan dengan membawa alat berat. Mereka menuntut agar pembangunan toko ritel itu dihentikan.

Setibanya di lokasi, massa menggunakan alat berat untuk membongkar bagian bangunan. Selain itu, mereka merusak papan nama dan sejumlah perlengkapan konstruksi yang berada di area pembangunan.

Aksi tersebut kemudian diredam oleh aparat Polres Pamekasan. Petugas melakukan pendekatan dan memberikan imbauan kepada massa agar tidak melanjutkan perusakan.

Kasi Humas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama mengatakan upaya kepolisian berhasil mencegah bangunan mengalami kerusakan lebih parah.

"Untung petugas dari Polres Pamekasan bisa melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pendekatan dan imbauan langsung, sehingga bangunan tidak hancur total," ujarnya.

Evan menegaskan kepolisian tetap mengedepankan keamanan dan ketertiban masyarakat. Jika terdapat laporan resmi dari pihak yang dirugikan, polisi akan menindaklanjuti kejadian tersebut sesuai prosedur hukum.

Sebelum melakukan aksi di lokasi pembangunan, massa telah menyampaikan penolakan kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Mereka menilai keberadaan toko ritel tersebut berpotensi mengganggu keberlangsungan UMKM di Kecamatan Palengaan.

Massa juga mempertanyakan kelengkapan perizinan pembangunan toko. Namun, Koordinator Tim Perizinan PT Indomarco Prismatama wilayah Madura, Wibowo, memastikan seluruh persyaratan perizinan telah dipenuhi.

Ia berharap pemerintah dapat turun tangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Wibowo juga menyayangkan aksi massa yang berujung pada perusakan bangunan menggunakan alat berat.

Editor :