klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

PLN Dukung Pengembangan Geotermal Indonesia, Siap Kolaborasi untuk Ketahanan Energi Nasional

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dalam sambutannya pada acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta (19/8) menyampaikan bahwa Pemerintah berkomitmen mendorong terobosan energi bersih, salah satunya panas bumi guna meminimalis
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dalam sambutannya pada acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta (19/8) menyampaikan bahwa Pemerintah berkomitmen mendorong terobosan energi bersih, salah satunya panas bumi guna meminimalis

KLIKJATIM.Com | Jakarta – PT PLN (Persero) siap mengakselerasi pengembangan potensi energi panas bumi (geotermal) nasional dengan menargetkan peningkatan kapasitas terpasang dari 2,8 gigawatt (GW) menjadi 7,9 GW pada 2033.

Langkah strategis ini selaras dengan dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 guna memperkokoh kedaulatan energi nasional sekaligus mengantarkan Indonesia menjadi produsen panas bumi terbesar di dunia.

Dalam ajang Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen Pemerintah untuk mendorong percepatan implementasi geotermal sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto demi meminimalisasi ketergantungan pada energi fosil impor.

"Bapak Presiden Prabowo memerintahkan untuk segera mencari terobosan-terobosan alternatif dalam rangka mendorong kedaulatan energi kita. Tidak ada cara lain selain melakukan percepatan implementasi geotermal supaya bisa menjadi listrik ataupun menjadi yang lain. Harus ada kolaborasi antara pengusaha dan regulator," tegas Bahlil.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan kesiapan perseroan dalam mengawal peta jalan energi bersih nasional, mengingat Indonesia memiliki potensi panas bumi melimpah hingga 23,2 GW.

"Sesuai arahan Pemerintah melalui RUPTL 2025–2034, dari kapasitas 2,8 GW saat ini, ke depan kami akan mendorong penambahan kapasitas sebesar 5,1 GW atau melompat menjadi total 7,9 GW pada 2033 sekaligus berpotensi menjadi yang terbesar di dunia," ujar Darmawan, Jumat (21/8/2026).

Peta jalan RUPTL 2025–2034 merencanakan penambahan kapasitas secara bertahap melalui 110 proyek. Sebanyak 25 unit (0,6 GW) akan dikembangkan oleh PLN, sedangkan 85 unit lainnya (4,5 GW) dikembangkan oleh Independent Power Producer (IPP).

Guna mempercepat realisasi target tersebut, PLN membuka skema kerja sama Geothermal Exploration & Energy Conversion Agreement (GEECA) serta Steam Sales & Energy Conversion Agreement (SECA) yang diproyeksikan menambah kapasitas hingga 3,1 GW dari 79 proyek kolaborasi.

“PLN membuka kolaborasi seluas-luasnya bagi para mitra melalui skema GEECA dan SECA. Lewat kolaborasi yang fairness ini, diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan panas bumi sebagai salah satu energi baru terbarukan domestik,” tambah Darmawan.

Dalam gelaran IIGCE 2026, sinergi nyata diwujudkan melalui penyerahan Surat Keputusan Izin Panas Bumi (SK IPB) WKP Gunung Ungaran dari Kementerian ESDM kepada PLN, penandatanganan Deklarasi Kemitraan Strategis PLTP berkapasitas 453 MW, serta Letter of Intent (LoI) antara PLN Indonesia Power dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk untuk pengembangan PLTP Lahendong Binary (15 MW) di Sulawesi Utara dan Ulubelu Binary (30 MW) di Lampung.

Editor :