klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tinjau Karhutla Bromo, Gubernur Khofifah Pastikan Operasi Darat, Water Bombing, dan Drone Dioptimalkan

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo.

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh skema pemadaman berjalan optimal melalui sinergi lintas instansi, mulai dari jalur darat hingga pemanfaatan armada udara.

Didampingi Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto dan Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja, Gubernur Khofifah menyisir area terdampak kebakaran. Luas area yang terbakar sejak Senin (3/8/2026) tercatat melonjak hingga mencapai sekitar 176 hektare pada Jumat pagi.

Untuk mempercepat penanganan pada medan tebing yang sulit dijangkau, Pemprov Jatim mengombinasikan operasi darat dengan pengoperasian drone water bombing berkapasitas 100–150 liter air serta helikopter water bombing berkapasitas 1.000 liter kiriman BNPB dari Kalimantan Tengah.

"Terima kasih relawannya banyak sekali, Manggala Agni, relawan pecinta hutan dan gunung di sekitaran Bromo, semua punya peran luar biasa. TNI/Polri juga mengerahkan pasukannya. Dukungan mereka mudah-mudahan mempercepat semua proses pemulihan," ujar Khofifah.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa satu unit helikopter water bombing tambahan dari BNPB dijadwalkan tiba di lokasi pada Sabtu (8/8/2026). Dengan hadirnya dua armada helikopter serta tiupan angin yang melandai, proses pemadaman di area Bromo diharapkan dapat tuntas sepenuhnya.

Operasi udara tahun ini dinilai lebih efisien dibandingkan penanganan karhutla 2023. Pasalnya, pengambilan pasokan air dapat dilakukan langsung dari Ranupani yang lokasinya jauh lebih dekat ke titik api, ketimbang harus mengambil dari Kaliandra atau Batu.

"Sejak hari kedua saya sudah berkoordinasi dengan BNPB agar penanganan diperkuat melalui dukungan helikopter water bombing. Kalau ada dua armada heli dan anginnya melandai, insyaallah pemadaman karhutla Bromo bisa tuntas. Mohon doa dari semuanya," tutur Khofifah.

Di sisi lain, Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja, mengungkapkan dugaan awal memicu munculnya titik api berasal dari aktivitas manusia di jalur tradisional yang menghubungkan Desa Arjosari dan Desa Ranupani, bukan karena faktor alam.

"Kalau dari dugaan ada kemungkinan itu faktor manusia, bukan faktor alam, karena titik awal api ada di puncak tebing. Namun sepertinya tidak ada unsur kesengajaan. Saat ini fokus utama kami adalah pemadaman total, sementara investigasi penyebab pasti tetap berjalan secara paralel," jelas Rudijanta.

Editor :