KLIKJATIM.Com | Lamongan – Rangkaian sesi offline program inkubasi wirausaha muda Megpreneur (Megilan Preneur) 2026 resmi ditutup oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di halaman Gedung Pemkab Lamongan, Jumat (28/8/2026). Penutupan ini menandai berakhirnya pelatihan dan pendampingan intensif selama tiga hari yang telah berlangsung sejak Rabu (26/8) lalu.
Sebelum melangkah ke sesi offline, program Megpreneur 2026 melalui proses seleksi dari total 319 pendaftar dengan 184 unit bisnis terdaftar, hingga akhirnya menjaring 200 peserta terpilih.
Berbagai gagasan dan inovasi bisnis dikembangkan selama proses inkubasi, mencakup sektor kuliner (F&B), layanan jasa, teknologi dan aplikasi, hingga klaster anyar yakni Agripreneur yang berfokus pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan agroindustri.
Program ini dirancang untuk mendorong wirausaha lokal naik kelas, berdaya saing global, serta memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) mengapresiasi kelancaran proses inkubasi bisnis berkelanjutan ini. Dalam kesempatan tersebut, Pak Yes menyerahkan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kepada 10 inovasi bisnis terpilih.
"Alhamdulillah dalam waktu tiga hari ini acaranya dapat terselenggara dengan sukses. Terima kasih kepada seluruh tim yang mensupport acara. Kita yakin dengan adanya generasi muda yang penuh bakat ini nantinya akan menjadi pengusaha sukses," tutur Pak Yes.
Pak Yes juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan Anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib, yang berencana memboyong para pemenang Megpreneur ke Jakarta untuk menjalani studi karya ke sejumlah perusahaan serta mengunjungi mitra sponsor seperti TikTok.
Hadir dalam acara penutupan tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi puncak bonus demografi yang diproyeksikan terjadi mulai tahun 2030. Ia mengajak para wirausahawan muda Lamongan untuk jeli melihat peluang pasar digital dan melahirkan produk-produk inovatif.
"Masa depan teknologi masih panjang. Ini peluang kita, 2030 ke atas merupakan puncak demografi yang harus kita tangkap. Produk apa saja bisa kita pasarkan. Semangat untuk pemenang Megpreneur, masa depan masih panjang dan peluang bisnis masih banyak. Yang perlu diperbuat adalah konsisten melahirkan produk inovatif," tegas Labib.
Selama mengikuti sesi offline, para peserta Megpreneur 2026 menerima pendampingan intensif dari para mentor profesional, fasilitas akses pasar melalui jaringan industri, dorongan keberlanjutan usaha, hingga akses pembiayaan investasi dengan total nilai mencapai Rp120 juta.
Guna memperluas jangkauan pemasaran UMKM lokal, Pemkab Lamongan menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, salah satunya platform digital TikTok. Sinergi ini diharapkan dapat memacu ide dan karya bisnis pemuda Lamongan agar mampu merambah pasar nasional hingga internasional.
Acara penutupan Megpreneur 2026 berlangsung semarak dengan menghadirkan stan bazar produk lokal, pertunjukan Stand Up Comedy Lamongan, layanan klinik perizinan UMKM langsung di tempat, hingga gelaran Content Creator Competition.
Editor : Fatih