klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

50 Ribu Pelajar SMA, SMK dan SLB Jatim Dibantu Beasiswa Afirmasi Pemprov

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Pemprov Jatim Gelontorkan Beasiswa Afirmasi untuk 50 Ribu Pelajar, Gubernur Khofifah Tekankan Pemerataan Pendidikan. (Dok)
Pemprov Jatim Gelontorkan Beasiswa Afirmasi untuk 50 Ribu Pelajar, Gubernur Khofifah Tekankan Pemerataan Pendidikan. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Jombang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan biaya pendidikan afirmasi kepada 112 murid SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Jombang. Bantuan senilai total Rp112 juta itu diserahkan secara terpusat di SMKN 3 Jombang, Jumat (28/8/2026).

Setiap murid penerima memperoleh bantuan sebesar Rp1 juta. Rinciannya, 30 murid berasal dari jenjang SLB, 26 murid SMA, dan 56 murid SMK.

Selain bantuan biaya pendidikan, masing-masing penerima juga mendapatkan sepasang sepatu dari Gubernur Khofifah.

Khofifah mengatakan, bantuan afirmasi tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar persoalan ekonomi tidak menjadi alasan bagi anak untuk menghentikan pendidikan.

Menurutnya, dukungan terhadap kebutuhan pendidikan harus diberikan agar murid dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan sekaligus mengembangkan potensinya.

“Kita keliling di banyak daerah karena ada sekitar 50.000 anak-anak SLB, SMA, dan SMK yang mendapatkan support beasiswa afirmasi. Satu murid mendapatkan Rp1 juta. Harapannya tidak ada anak-anak yang kemudian berhenti sekolah di tengah jalan,” kata Khofifah.

Ia berharap bantuan tersebut dapat mengurangi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Dukungan melalui berbagai program pendidikan, termasuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP), juga dinilai penting untuk membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu.

“Insha Allah dengan bantuan biaya ini bisa membantu meringankan kebutuhan pendidikan para murid. Termasuk dari BPOPP bisa meringankan beban murid yang dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Khofifah menegaskan bahwa pendidikan tidak sebatas pencapaian akademik. Sekolah, kata dia, juga harus menjadi tempat bagi anak untuk mengembangkan keterampilan, karakter, kreativitas, kemandirian hingga kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Pendidikan harus menjadi jalan bagi setiap anak untuk tumbuh sesuai potensi yang dimilikinya,” katanya.

Ia pun meminta sekolah di Jombang memperluas perhatian terhadap pengembangan potensi peserta didik. Tidak hanya mengejar nilai akademik, satuan pendidikan diharapkan mampu membentuk murid yang terampil, kreatif, inovatif, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

“Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, pendidikan harus mampu membekali anak-anak kita bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga keterampilan, karakter, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi,” jelasnya.

Di Kabupaten Jombang saat ini terdapat 133 satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB. Jumlah tersebut terdiri dari 45 SMA, 72 SMK, dan 16 SLB.

Dari ekosistem pendidikan tersebut, para murid Jombang telah menorehkan 193 prestasi di tingkat nasional dan internasional. Sebanyak 69 prestasi tercatat di tingkat internasional, sedangkan 124 lainnya berada di tingkat nasional.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Khofifah. Ia menilai deretan prestasi tersebut menunjukkan potensi besar yang dimiliki para pelajar Jombang.

“Apresiasi ini kita berikan kepada anak-anak yang sudah menjadi juara, baik nasional maupun internasional. Kita bisa bayangkan bahwa anak-anak ini memiliki kecerdasan, keterampilan, dan skill yang luar biasa,” ujarnya.

Khofifah meminta prestasi tersebut tidak berhenti sebagai catatan penghargaan. Guru dan sekolah diminta mengawal para murid berprestasi agar capaian mereka dapat menjadi modal untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.

Menurutnya, pemetaan dan pendampingan perlu dilakukan sejak dini sehingga prestasi yang telah diraih dapat membuka lebih banyak peluang pendidikan bagi para murid.

“Ini sebetulnya menjadi pintu pembuka untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi. Ini yang harus dikawal oleh para guru supaya mereka nanti betul-betul bisa masuk pada perguruan tinggi yang diharapkan dan menjadi pembuka pintu tercapainya cita-cita mereka,” kata Khofifah.

Ia menambahkan, murid yang berhasil meraih medali emas dalam kompetisi nasional memiliki peluang memperoleh beasiswa melalui jalur prestasi. Kesempatan tersebut semakin terbuka bagi murid yang mampu mencatatkan prestasi di tingkat internasional.

“Anak-anak yang mendapatkan gold medal nasional itu sudah punya peluang untuk mendapatkan beasiswa jalur prestasi, apalagi yang internasional,” ujarnya.

Khofifah juga mengingatkan para murid berprestasi agar tidak berhenti meningkatkan kemampuan setelah meraih penghargaan. Menurutnya, prestasi harus menjadi pijakan untuk mencapai capaian berikutnya.

“Jangan berhenti pada capaian hari ini. Jadikan setiap prestasi sebagai motivasi untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan meraih pencapaian yang lebih tinggi,” pesannya.

Kepada seluruh murid, khususnya penerima bantuan afirmasi dan mereka yang telah mengukir prestasi, Khofifah meminta agar terus belajar dan berani memiliki cita-cita besar.

“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, dan prestasi bukan alasan untuk cepat berpuas diri,” tegasnya.

Khofifah memastikan Pemprov Jatim akan terus memperkuat akses pendidikan yang berkualitas dan inklusif sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga menyerahkan paket sembako kepada orang tua murid penerima bantuan afirmasi. Bantuan serupa diberikan kepada petugas kebersihan dan penjaga sekolah di SMKN 3 Jombang sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga lingkungan pendidikan.

Editor :