klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kekeringan di Sumenep Kian Meluas, 62 Desa Ditetapkan Berstatus Tanggap Darurat

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
ILUSTRASI : Warga membawa air bersih di tengah kekeringan yang melanda permukiman. (doc. Istimewa/Klikjatim.Com)
ILUSTRASI : Warga membawa air bersih di tengah kekeringan yang melanda permukiman. (doc. Istimewa/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Sumenep, Madura, menunjukkan eskalasi yang signifikan. Hingga akhir Agustus 2026, dampak kekeringan tercatat telah menjangkau 62 desa yang tersebar di 19 kecamatan di wilayah tersebut.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Abd. Kadir, menjelaskan bahwa wilayah terdampak mencakup kawasan daratan maupun kepulauan. Dari total desa tersebut, sebanyak 34 desa berada di wilayah daratan, sementara 28 desa lainnya terletak di kawasan kepulauan.

Kondisi di wilayah kepulauan kini menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah daerah mengingat tantangan geografis yang membuat warga mulai kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

"Kekeringan sudah meluas menjadi 62 desa di 19 kecamatan. Di wilayah kepulauan juga cukup banyak yang terdampak kekeringan," ujar Kadir, Sabtu (29/8/2026).

Menanggapi perluasan wilayah terdampak, Pemerintah Kabupaten Sumenep bergerak cepat dengan menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan. Kebijakan tersebut resmi diberlakukan melalui Keputusan Bupati Sumenep Nomor 100.3.3.2/254/KEP/013/2026 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan Tahun 2026.

Keputusan krusial ini ditetapkan pada 19 Agustus 2026 dan berlaku untuk masa penanganan selama empat bulan ke depan. Menurut Kadir, peningkatan status ini menjadi landasan hukum yang penting untuk mempercepat proses mobilisasi bantuan kepada masyarakat.

Dengan status tanggap darurat tersebut, pemerintah daerah memiliki kewenangan dan keleluasaan yang lebih besar untuk mempercepat distribusi bantuan, terkhusus pasokan air bersih bagi warga yang mengalami krisis air.

"Status tanggap darurat ini ditetapkan karena cakupan wilayah terdampak terus bertambah. Kami akan memprioritaskan penanganan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih," tegasnya.

BPBD Sumenep saat ini memusatkan fokus pengiriman bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang dinilai paling mendesak, seiring tingginya kebutuhan warga di tengah puncak musim kemarau tahun ini.

Editor :