klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dua Rumah di Gresik Terbakar dalam Sehari, Diduga Dipicu Obat Nyamuk dan Korek Api

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Petugas Damkar Gresik menyemprotkan air untuk memadamkan api yang membakar rumah salah satu warga. (Dok)
Petugas Damkar Gresik menyemprotkan air untuk memadamkan api yang membakar rumah salah satu warga. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Dua rumah di Kabupaten Gresik mengalami kebakaran pada Selasa (22/9/2026). Kebakaran terjadi di Desa Sunggonglegowo, Kecamatan Bungah, dan Perumahan Griya Kencana, Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Pemkab Gresik Suyono mengatakan, kebakaran pertama dilaporkan terjadi di rumah milik Sutini di Jalan Sultan Agung Barat RT 06/RW 04, Desa Sunggonglegowo, Kecamatan Bungah.

"Laporan kami terima pukul 09.47 WIB. Petugas kemudian berangkat pukul 09.50 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.15 WIB," kata Suyono.

Berdasarkan keterangan perangkat Desa Sunggonglegowo, Arif Rahman, kebakaran diketahui oleh saudara pemilik rumah yang saat itu masih berada di dalam rumah. Merasa kepanasan, yang bersangkutan kemudian melihat api telah membakar bagian kamar belakang dan dapur.

Api diduga berasal dari obat nyamuk yang lupa dimatikan. Warga kemudian meminta bantuan perangkat desa untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Petugas Pos Dukun yang sebelumnya selesai melakukan evakuasi kucing langsung menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian kebakaran (TKK), petugas melakukan pemadaman dan pembasahan di sekitar lokasi.

"Setelah situasi dinyatakan aman dan kondusif, petugas kembali ke Pos Dukun," ujar Suyono.

Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka. Kerugian juga belum ditaksir.

Sementara itu, kebakaran kedua terjadi sekitar pukul 12.15 WIB di sebuah rumah di Perumahan Griya Kencana Gang 3V Nomor 10, RT 004/RW 008, Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo.

Rumah tersebut tercatat milik Panji Gombloh Saputro. Kebakaran pertama kali diketahui oleh Yani yang melihat kepulan asap dari lantai dua rumah.

Menurut laporan Damkarmat, api diduga muncul setelah anak pemilik rumah menggunakan korek api untuk menyulut kertas di lantai dua. Api kemudian cepat membesar karena terdapat sejumlah barang yang mudah terbakar.

Tetangga rumah, Wiratno, sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) jenis dry chemical powder berkapasitas 2 kilogram. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena api telah terlanjur meluas.

Wiratno kemudian meminta bantuan Nindy untuk menghubungi layanan darurat 112. Mendapat laporan tersebut, petugas Pos Driyorejo langsung menuju lokasi.

Petugas melakukan pengecekan kondisi atau size up, kemudian dilanjutkan dengan pemadaman dan pembasahan. Proses penanganan juga dibantu pihak PLN untuk memutus aliran listrik di lokasi.

Setelah kondisi dinyatakan kondusif, petugas melakukan pendataan sebelum meninggalkan lokasi. Sebanyak satu unit mobil pemadam dan satu mobil supply dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut.

"Untuk kerugian akibat kebakaran di Mojosarirejo masih belum diketahui," jelas Suyono.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam dua kejadian kebakaran tersebut. Hingga Selasa (22/9/2026), Damkarmat Gresik mencatat sebanyak 109 kejadian kebakaran selama September 2026. Sementara kejadian penyelamatan atau rescue tercatat sebanyak 51 kejadian.

Editor :