klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Brantas Abipraya Buka Lowongan Auditor Internal, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

avatar Muhammad Nurkholis
  • URL berhasil dicopy
Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya kembali mencatatkan prestasi dengan meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)
Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya kembali mencatatkan prestasi dengan meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)

KLIKJATIM.Com | Surabaya  -Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya kembali mencatatkan prestasi dengan meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyelenggaraan pameran pendidikan dengan jumlah stan terbanyak.

 


Pameran pendidikan yang digelar UK Petra menghadirkan sebanyak 275 stan di pusat perbelanjaan atau mal. Capaian tersebut sekaligus mencatatkan rekor sebagai pameran pendidikan oleh perguruan tinggi dengan jumlah stan terbanyak di Indonesia.

 


Senior Manager MURI Triyono mengatakan rekor tersebut dicatat setelah UK Petra menggelar pameran pendidikan pada Minggu (20/9/2026).

 


"Pada hari ini Museum Rekor Indonesia mencatatkan sebuah rekor baru karena pada hari ini diadakan pameran pendidikan yang dilaksanakan dan diselenggarakan oleh perguruan tinggi, namun jumlah stan itu tidak main-main mencapai 275 stan," kata Triyono di Surabaya, Senin.

 


Pameran Pendidikan UK Petra Hadirkan 275 Stan

 


Pameran tersebut digelar di Galaxy Mall 1, 2, dan 3 Surabaya dengan melibatkan 275 stan dari berbagai bidang.

 


Menurut Triyono, kegiatan yang diselenggarakan UK Petra memiliki keunikan tersendiri karena pameran pendidikan digelar di pusat perbelanjaan dan melibatkan ratusan stan dalam satu rangkaian kegiatan.

 


Konsep tersebut mempertemukan berbagai unsur pendidikan, bisnis, alumni, mahasiswa, serta masyarakat dalam satu ruang publik.

 


Triyono berharap penyelenggaraan pameran pendidikan di pusat perbelanjaan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk memanfaatkan ruang publik sebagai lokasi kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.

 


UK Petra Punya 53.000 Alumni di 55 Negara

 


Rektor UK Petra Rolly Intan menyampaikan rasa syukur atas penghargaan rekor MURI yang diterima perguruan tinggi tersebut.

 


"Ini surprise bagi kami dan kami sangat senang sekali. Semuanya kami kembalikan kepada kemuliaan Tuhan, dalam arti kebaikan Tuhan kepada UK Petra," ujar Rolly.

 


Ia mengatakan UK Petra saat ini telah memasuki usia 65 tahun. Selama perjalanan tersebut, UK Petra telah memiliki sekitar 53.000 alumni yang tersebar di 55 negara.

 


Menurut Rolly, penyelenggaraan pameran tersebut menjadi momentum bagi UK Petra untuk melihat kembali potensi besar jaringan alumni yang dimiliki.

 


Jaringan alumni tersebut diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dan mendukung perkembangan serta kemajuan almamater.

 


PBEF 2026 Perkuat Kolaborasi Bisnis dan Pendidikan

 


Ketua Panitia Petranesian Business & Education Fair (PBEF) 2026, Teddy Salim, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya dirancang sebagai pameran, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara ekosistem bisnis dan pendidikan.

 


PBEF 2026 menghadirkan ratusan stan usaha milik alumni dan mahasiswa UK Petra. Selain itu, kegiatan tersebut juga melibatkan lembaga pendidikan tingkat SD, SMP, hingga SMA.

 


Menurut Teddy, kegiatan tersebut juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi. Selama beberapa hari penyelenggaraan, PBEF 2026 mencatat transaksi dengan nilai lebih dari Rp2 miliar.

 


"Tidak hanya itu, pada acara ini dalam beberapa hari telah mencatatkan transaksi lebih dari Rp2 miliar. Ini bukti jika kegiatan ini mampu berimbas pada perekonomian," ujar Teddy.

 


Capaian rekor MURI melalui pameran pendidikan dengan 275 stan sekaligus memperkuat posisi PBEF 2026 sebagai kegiatan yang mempertemukan dunia pendidikan, bisnis, alumni, mahasiswa, dan masyarakat.

 


Melalui kegiatan tersebut, UK Petra tidak hanya menghadirkan ruang promosi dan transaksi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi serta memperluas keterlibatan masyarakat dalam ekosistem pendidikan dan bisnis di Surabaya.

Editor :