klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dua Rumah Terbakar di Jember Saat Pemilik Jemur Tembakau, Satu Orang Luka Bakar

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Petugas Damkar Jember menyemprotkan air yang membakar rumah warga. (Hatta/Klikjatim.com)
Petugas Damkar Jember menyemprotkan air yang membakar rumah warga. (Hatta/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember – Dua rumah warga di Dusun Sumberwaru, RT 06/RW 10, Desa Sumberkalong, Kecamatan Kalisat, Jember, terbakar pada Minggu (13/9/2026) pagi. Kebakaran terjadi ketika pemilik rumah sedang beraktivitas mengolah tembakau.

Akibat kejadian tersebut, dua rumah mengalami kerusakan berat. Seluruh perabotan rumah tangga di dalamnya juga hangus terbakar. Sementara satu orang, yakni Mad (61), mengalami luka bakar ringan.

Danru C Posko Kalisat Damkarmat Jember, Samhari, mengatakan kebakaran terjadi di kawasan permukiman padat. Saat api muncul, rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang melakukan aktivitas berkaitan dengan tembakau.

“Kebakaran terjadi pada pagi hari di area pemukiman padat. Kondisi rumah saat kejadian sedang kosong karena pemiliknya sedang beraktivitas menjemur atau mencuci tembakau,” kata Samhari.

Menurutnya, dua bangunan rumah yang terbakar memiliki luas keseluruhan sekitar 10 x 12 meter. Warga yang mengetahui kejadian tersebut lebih dahulu berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Petugas Damkarmat Posko Kalisat kemudian menerjunkan satu unit mobil pemadam dengan empat personel. Pemadaman hingga proses pendinginan juga mendapat bantuan warga sekitar.

“Sebanyak satu unit mobil pemadam kebakaran dari Posko Kalisat diterjunkan ke lokasi dengan kekuatan empat personel. Proses pemadaman dan pendinginan juga dibantu secara langsung oleh warga sekitar,” ujarnya.

Samhari menambahkan, petugas sempat menghadapi kendala karena akses menuju lokasi cukup sempit. Kondisi jalan tersebut menyulitkan kendaraan roda empat maupun sepeda motor untuk mendekati titik kebakaran.

Meski demikian, petugas bersama warga berhasil mengendalikan api. Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar 60 menit.

Setelah api padam, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Terkait penyebab kebakaran, Samhari menyebut dugaan sementara berkaitan dengan kelalaian saat memasak atau mematikan kompor yang digunakan dalam aktivitas pengolahan tembakau. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan laporan kebakaran diterima Pusdalops BPBD Jember sekitar pukul 06.05 WIB.

Berdasarkan informasi awal yang diterima BPBD, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian atap atau plafon ruang tamu.

“Pusdalops BPBD menerima laporan terkait kejadian kebakaran rumah pada Minggu, 13 September 2026 pukul 06.05 WIB. Berdasarkan informasi yang diterima, kebakaran diduga bersumber dari korsleting listrik pada bagian atap atau plafon ruang tamu,” kata Edy.

Adanya perbedaan informasi mengenai dugaan sumber api tersebut membuat penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut di lapangan.

Edy menjelaskan, dua rumah yang mengalami kerusakan berat masing-masing milik Mad (61) dan Hari (32). Sebanyak empat jiwa terdampak akibat kejadian tersebut, termasuk seorang balita.

Mad mengalami luka bakar ringan pada tangan kanan, punggung, dan kaki. Luka bakar yang dialaminya diperkirakan sekitar 10 persen dan telah mendapat penanganan medis di puskesmas setempat.

Korban disebut sempat panik saat mengetahui rumahnya terbakar. Mad berusaha memadamkan api sekaligus menyelamatkan sejumlah barang miliknya hingga akhirnya mengalami luka bakar.

“Saudara Mad mengalami luka bakar ringan pada bagian tubuh sebelah tangan kanan, punggung dan kaki. Luka bakar sekitar 10 persen,” ujar Edy.

Setelah menerima laporan, warga sekitar terlebih dahulu melakukan upaya pemadaman. Petugas pemadam kebakaran kemudian datang untuk melanjutkan penanganan hingga api benar-benar padam.

Pada Minggu siang, BPBD Jember melakukan asesmen terhadap dampak kebakaran. Tim berangkat sekitar pukul 12.45 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB.

Tim kemudian berkoordinasi dengan perangkat desa serta mendata kondisi dan kebutuhan warga terdampak.

BPBD Jember juga menyalurkan bantuan berupa dua paket sembako, dua paket kebersihan, dua family kit, dua paket tambahan gizi, dua paket sandang pria dan wanita, dua selimut, dua paket lauk-pauk, dua terpal, dua paket makanan siap saji, satu paket sandang lansia, serta satu baby kit.

Selain memberikan bantuan logistik, petugas juga memberikan edukasi mitigasi bencana kepada warga. Sementara Tim JituPasna masih melakukan penghitungan terhadap total kerugian akibat kebakaran.

Untuk sementara, penghuni kedua rumah belum dapat kembali karena bangunan mengalami kerusakan berat. Mereka memilih tinggal bersama kerabat.

“Untuk sementara, penghuni rumah yang terdampak tidak tinggal di rumahnya karena mengalami kerusakan berat. Mereka memilih tinggal bersama kerabatnya,” pungkas Edy.

Editor :