klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Sidak SPBU Jember, BPH Migas Siapkan Jalur Suplai Alternatif untuk Antisipasi Antrean BBM

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Ketua Komite BPH Migas Wahyudi Anas saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Gajah Mada, Jember
Ketua Komite BPH Migas Wahyudi Anas saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Gajah Mada, Jember

KLIKJATIM.Com | Jember  -  Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai terurai sehingga kemacetan lalu lintas yang sebelumnya terjadi berangsur normal.

Meski distribusi BBM mulai membaik, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga pasokan, terutama apabila jalur distribusi dari Banyuwangi kembali mengalami gangguan.

Ketua Komite BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan hal itu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Gajah Mada, Jember, sekitar pukul 18.00 WIB, Jumat (11/9).

Sidak tersebut dilakukan bersama pengurus DPC Hiswana Migas Besuki, perwakilan Komisi C DPRD Jember, Pemerintah Kabupaten Jember, dan Pertamina Patra Niaga untuk mengecek kondisi distribusi sekaligus memastikan pasokan BBM ke SPBU tetap berjalan.

Wahyudi menjelaskan gangguan distribusi BBM yang terjadi sebelumnya berkaitan dengan jalur suplai dari Integrated Terminal Tanjung Wangi, Banyuwangi. Pengiriman menuju Jember terhambat akibat kepadatan kendaraan logistik menuju Pelabuhan Ketapang.

Berdasarkan hasil verifikasi BPH Migas, arus kendaraan logistik meningkat sekitar 12 persen. Sementara aktivitas angkutan penumpang, kendaraan barang roda empat, dan kendaraan pribadi meningkat sekitar delapan persen.

Adapun kendaraan roda dua dari Banyuwangi menuju Bali mengalami peningkatan sekitar 42 persen.

Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan logistik tersendat di akses menuju pelabuhan dan berdampak terhadap pengiriman BBM dari Integrated Terminal Tanjung Wangi menuju Jember.

“Memang situasi kondisi kemarin terganggu karena terkunci pengiriman BBM dari Integrated Terminal Tanjung Wangi, Banyuwangi yang dikirim ke Jember ini ada hambatan,” kata Wahyudi.

Menurut dia, kepadatan kendaraan di jalur tersebut mulai terurai sekitar empat hari sebelum sidak. Pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi turut membantu mengurai kepadatan sehingga arus kendaraan kembali bergerak.

Sementara itu, antrean BBM di wilayah Jember mulai terpantau pada 3-4 September 2026. Pada periode yang sama, konsumsi BBM masyarakat juga mengalami peningkatan.

Untuk menjaga ketersediaan pasokan, Pertamina Patra Niaga kemudian mengalihkan sebagian suplai BBM untuk Jember dari Surabaya. Sebanyak 15 unit mobil tangki disiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah tersebut.

Suplai BBM untuk Situbondo dan Bondowoso juga diarahkan dari Surabaya, sedangkan Banyuwangi difokuskan untuk memenuhi kebutuhan wilayahnya sendiri. Sementara pasokan BBM untuk SPBU di Lumajang berasal dari Malang dan sebagian Surabaya.

Wahyudi mengatakan pengalihan pasokan tersebut menjadi langkah jangka pendek apabila jalur Banyuwangi kembali mengalami gangguan.

“Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan kendaraan-kendaraan pengiriman mobil tangki yang standby, apabila nanti ada gangguan distribusi BBM serta adanya lonjakan konsumsi di masyarakat Kabupaten Jember,” ujarnya.

BPH Migas juga mengantisipasi gangguan lain yang berpotensi memengaruhi distribusi BBM ke Jember, termasuk gangguan jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang serta kondisi di kawasan Gunung Gumitir.

Menurut Wahyudi, longsor di kawasan Gunung Gumitir dapat berdampak terhadap kelancaran pengiriman BBM menuju Jember. Apabila jalur dari Banyuwangi terganggu, suplai dapat kembali dialihkan melalui Surabaya.

“Surabaya ke Jember kurang lebih membutuhkan sekitar 10 jam. Sementara kalau memang dari Banyuwangi cukup sekitar 6 sampai 8 jam,” katanya.

Editor :