klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pelindo Kenalkan Layanan Pemindai Petikemas kepada Importir dan Pelaku Logistik Jatim

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Boy G. Rahman, Wakil Ketua GPEI Jawa Timur bersama Ketua GPEI Jawa Timur, Isdarmawan Asrikan, pada sosialisasi alat pemindai pada Rabu (16/9) di Ruang Toba, TPS. (Dok)
Boy G. Rahman, Wakil Ketua GPEI Jawa Timur bersama Ketua GPEI Jawa Timur, Isdarmawan Asrikan, pada sosialisasi alat pemindai pada Rabu (16/9) di Ruang Toba, TPS. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Pelindo mulai memperkenalkan penerapan layanan tambahan berupa alat pemindai petikemas kepada para pengguna jasa kepelabuhanan di Jawa Timur. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme layanan sekaligus mendukung proses pemeriksaan barang yang keluar dan masuk melalui pelabuhan.

Sosialisasi tersebut digelar secara bertahap di Ruang Toba, Terminal Petikemas Surabaya (TPS), dengan melibatkan anggota Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Timur, serta Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur.

Kegiatan bersama GINSI berlangsung pada 10 September 2026, dilanjutkan dengan sosialisasi kepada ALFI/ILFA pada 15 September dan GPEI pada 16 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Pelindo menjelaskan prosedur operasional layanan pemindaian petikemas, termasuk simulasi pelaksanaan yang melibatkan koordinasi dengan Bea Cukai. Peserta juga diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan dan masukan terkait penerapan layanan tersebut di lapangan.

Penerapan teknologi pemindaian ini berkaitan dengan pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap komoditas yang didistribusikan melalui pelabuhan, khususnya dalam mendukung tugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada kegiatan ekspor maupun impor.

Sejumlah instansi dan pemangku kepentingan turut hadir dalam sosialisasi, di antaranya Kantor Bea Cukai Tanjung Perak, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, serta Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur.

Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan pemanfaatan alat pemindai petikemas diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas pemeriksaan sekaligus menjaga kelancaran arus barang di pelabuhan.

“Melalui layanan ini, kami ingin mendukung upaya pemerintah, khususnya Bea Cukai, dalam memastikan keamanan komoditas yang didistribusikan melalui pelabuhan. Sosialisasi ini penting agar seluruh pengguna jasa memahami mekanisme layanan yang diterapkan sehingga pelaksanaannya dapat berjalan efektif, mendukung pengawasan, sekaligus menjaga kelancaran rantai pasok nasional,” ujarnya.

Menurut dia, pemahaman pengguna jasa menjadi salah satu hal penting dalam penerapan layanan baru tersebut. Karena itu, sosialisasi tidak hanya membahas prosedur, tetapi juga memberikan gambaran mengenai pelaksanaan layanan melalui simulasi dan diskusi dengan para pelaku usaha.

Pelindo berharap penerapan alat pemindai dapat memperkuat aspek keamanan dalam pemeriksaan petikemas dengan memanfaatkan teknologi. Di sisi lain, proses pelayanan di kawasan pelabuhan diharapkan tetap berjalan efektif dan efisien.

Dengan melibatkan importir, eksportir, perusahaan logistik, serta instansi terkait sejak tahap sosialisasi, penerapan layanan tersebut diharapkan dapat berjalan lebih terkoordinasi dan mendukung kelancaran rantai logistik nasional.

Editor :