klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

PLN-Pelindo Perkuat Elektrifikasi Kapal di Tanjung Priok, BBM Bisa Hemat hingga 60 Persen

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam sambutannya pada agenda peresmian dua unit Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara (DSN), Tanjung Priok. (Dok)
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam sambutannya pada agenda peresmian dua unit Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara (DSN), Tanjung Priok. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Jakarta - PT PLN (Persero) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) mulai memperkuat penggunaan energi listrik untuk kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Langkah tersebut ditandai dengan peresmian dua unit Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara (DSN), Rabu (16/9/2026). Kedua unit tersebut masing-masing memiliki kapasitas 500 kilovolt ampere (kVA), sehingga total kapasitasnya mencapai 1 megavolt ampere (MVA).

Fasilitas OPS memungkinkan kapal yang tengah bersandar menggunakan listrik dari jaringan darat dan mematikan mesin diesel maupun genset kapal. Dengan begitu, konsumsi bahan bakar selama kapal berada di dermaga dapat ditekan.

Direktur Utama PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), Andriyuda Siahaan mengatakan, hasil uji coba OPS di Tanjung Priok menunjukkan adanya penghematan bahan bakar yang cukup signifikan.

"Dari uji coba, tidak sampai 24 jam efisiensinya mencapai sekitar 700 liter, setara 50 sampai 60 persen per hari sandar," ujar Andriyuda.

Menurut dia, penghematan tersebut berpotensi semakin besar jika penggunaan OPS diperluas ke lebih banyak kapal dan dermaga.

PT EPI sendiri menyiapkan pengembangan 24 unit OPS di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pada 2027. Seluruh unit tersebut nantinya memiliki total kapasitas 12 MVA.

Pengembangan OPS tidak hanya diarahkan di Tanjung Priok. Fasilitas serupa berpotensi diterapkan di terminal multipurpose, dermaga umum, maupun pelabuhan lainnya. Hingga 2050, jumlah OPS yang ditargetkan dikembangkan mencapai 123 unit.

Andriyuda menyebut penerapan penuh 24 unit OPS di Tanjung Priok diperkirakan dapat menghemat sekitar 4-5 juta liter bahan bakar minyak (BBM) setiap tahun. Pengurangan emisi karbon juga diproyeksikan mencapai sekitar 8.000-10.000 ton CO2 per tahun.

Selain penghematan BBM, penggunaan listrik dari darat dinilai dapat mengurangi asap, polusi udara, kebisingan, serta getaran yang muncul dari pengoperasian genset kapal ketika bersandar.

"Hasil uji coba OPS di Tanjung Priok membuktikan bahwa elektrifikasi pelabuhan memberikan dampak yang terukur, mulai dari penghematan bahan bakar hingga 60 persen per hari sandar, penurunan emisi karbon sekitar 1,5 ton CO2 per hari sandar, hilangnya asap dan kebisingan genset, hingga kualitas daya listrik yang jauh lebih stabil bagi kapal," kata Andriyuda.

Fasilitas OPS di DSN juga disebut menjadi yang pertama di Indonesia yang lulus uji standar internasional IEC/IEEE 80005-3:2025.

Sistem tersebut telah menjalani uji coba penyambungan penuh pada Juli 2026. Dalam pengujian itu, seluruh genset kapal dapat dimatikan saat kapal berada di dermaga.

Listrik dari jaringan PLN disalurkan ke kapal melalui fasilitas konversi yang dapat menyesuaikan kebutuhan kapal dengan frekuensi 50 maupun 60 hertz (Hz). Sistem tersebut dirancang untuk melayani dua hingga empat kapal secara bersamaan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan penyediaan listrik untuk OPS merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap elektrifikasi sektor maritim dan pengembangan pelabuhan yang lebih rendah emisi.

"Kehadiran fasilitas OPS di Tanjung Priok menjadi solusi untuk mengurangi emisi dari kapal selama bersandar di pelabuhan. Melalui OPS, kebutuhan listrik kapal dapat dipenuhi dari sumber listrik di darat, sehingga penggunaan mesin diesel dapat ditekan," ujar Darmawan.

Dia menyebut dukungan kelistrikan yang andal dibutuhkan untuk menunjang operasional kapal selama berada di kawasan pelabuhan. PLN juga menilai elektrifikasi dapat menjadi bagian dari upaya pengembangan ekosistem pelabuhan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar mengatakan penggunaan OPS menjadi salah satu bagian dari transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menuju konsep green port.

"OPS bukan sekadar menggantikan sumber listrik kapal dari genset menjadi listrik darat. Ini merupakan langkah konkret dalam transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menuju green port, dengan menghadirkan energi yang lebih efisien, lebih bersih, dan lebih andal," kata Achmad.

Dua unit OPS yang kini beroperasi di DSN dibangun dan dioperasikan PT EPI, perusahaan patungan antara PT PLN Electricity Services dan PT Pelindo Jasa Maritim.

Pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari sinergi PLN dan Pelindo untuk memperluas elektrifikasi di kawasan pelabuhan sekaligus mengurangi ketergantungan kapal terhadap mesin diesel ketika melakukan aktivitas sandar.

Editor :