klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Lapak Pedagang di Bangsalsari Jember Dirusak Gerombolan Bermotor, Korban Lapor ke Polisi

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Pemilik kios/lapak mendatangi Mapolres Jember untuk melaporkan peristiwa pengerusakan. (Hatta/Klikjatim.com)
Pemilik kios/lapak mendatangi Mapolres Jember untuk melaporkan peristiwa pengerusakan. (Hatta/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember – Kasus pengrusakan kios atau lapak pedagang yang diduga dilakukan sekelompok orang terjadi di Dusun Krajan, Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Rabu dini hari (22/4/2026).

Peristiwa tersebut lebih dulu viral di media sosial Instagram setelah sejumlah video aksi pengrusakan dan kedatangan gerombolan bermotor terekam kamera warga. Salah satu unggahan dibagikan akun Instagram @jemberyangitu dan memicu beragam komentar warganet yang menilai aksi tersebut meresahkan masyarakat.

Akibat kejadian itu, seorang korban bersama pemilik kios melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Jember, Kamis (23/4/2026).

Salah satu korban, Maulana Ishak, mengatakan saat kejadian dirinya bersama teman-temannya berada di sekitar lapak yang hendak tutup sekitar pukul 01.00 WIB.

“Sekitar jam 01.00 stand mau tutup. Tiba-tiba ada rombongan dari arah barat. Lihat anak-anak langsung berhenti dan menyerang. Kami yang di stand langsung lari menyelamatkan diri,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Jember.

Ia memperkirakan jumlah pelaku mencapai belasan orang, bahkan mendekati 15 orang. Kelompok tersebut disebut datang secara terorganisir.

“Mereka seperti gangster, ada yang bawa senjata tajam dan petasan. Kami tidak tahu pasti tujuannya, sepertinya memang mencari keributan,” katanya.

Beruntung, tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut karena para pemuda setempat berhasil melarikan diri, sementara sebagian lainnya mendapat perlindungan dari warga sekitar.

“Dari kejadian itu, kami datang ke Mapolres Jember untuk membuat laporan resmi,” tambahnya.

Sementara itu, pemilik kios yang dirusak, Yundari, mengaku tidak mengetahui langsung kejadian tersebut karena saat peristiwa berlangsung dirinya berada di rumah. Ia baru mengetahui kios miliknya dirusak setelah dibangunkan anak-anaknya sekitar pukul 02.00 WIB.

“Saya tahunya sekitar jam 02.00 WIB, dibangunkan anak-anak katanya kios saya dirusak. Bagian timur sama depan ditendang sampai jebol,” ungkapnya.

Yundari mengaku tidak mengetahui pasti identitas pelaku. Namun berdasarkan informasi yang diterimanya, para pelaku datang dalam jumlah banyak dan bergerombol.

“Saya tidak tahu pelakunya siapa, tapi katanya banyak, rombongan. Saya jadi takut dan resah, akhirnya melapor ke Polres Jember,” katanya.

Kepala kampung setempat, Ahmad Rafii, menyebut kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Menurutnya, aksi pengrusakan dan gangguan keamanan sudah berulang kali terjadi, bahkan sejak bulan Ramadan lalu.

“Ini sudah sekitar empat kali kejadian. Dulu saat bulan puasa juga ada, bahkan sampai merusak motor warga, dibacok dan dihancurkan. Motor dan ban depan belakang rusak semua,” jelasnya.

Ia mengatakan lokasi kejadian masih berada di kawasan yang sama, yakni sekitar Dusun Krajan, Desa Tisnogambar. Karena dinilai meresahkan, dirinya turut mendampingi para korban melapor ke kepolisian.

Sementara itu, KBO Satreskrim Polres Jember, Iptu Dwi Sugiyanto, membenarkan adanya laporan terkait kasus pengrusakan tersebut. Ia mengatakan anggota Polsek Bangsalsari sebelumnya telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan awal.

“Anggota Polsek Bangsalsari sudah ke TKP, dan saat ini pelapor membuat laporan di Polres Jember,” ujarnya.

Terkait jumlah korban, polisi masih melakukan pendataan karena proses pelaporan masih berlangsung. Kepolisian juga akan melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi, mendalami lokasi kejadian, serta mengumpulkan barang bukti.

“Kami akan lakukan pemeriksaan saksi, cek TKP lagi, dan koordinasi dengan pihak terkait,” pungkasnya.

Editor :