klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Efisiensi Anggaran Hambat Perbaikan Sarana Bermain Anak di Alun-alun Trunojoyo Sampang

avatar fadil
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Sampang – Kerusakan sarana bermain anak di Alun-alun Trunojoyo Sampang, khususnya fasilitas air mancur, membutuhkan penanganan serius. Kondisi besi yang mulai berkarat dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengunjung, terutama anak-anak.

Kepala Bidang Konservasi dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup dan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang, Adi Wirawan, mengatakan pihaknya telah melakukan perbaikan pada sebagian sarana dan prasarana bermain. Namun, belum seluruh fasilitas bisa diperbaiki karena keterbatasan anggaran.

“Sebagian sudah diperbaiki. Yang belum, sudah kami beri pelindung agar tidak ditempati,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Adi menjelaskan, sejumlah sarana yang rusak sebenarnya masuk rencana perbaikan. Namun, adanya kebijakan efisiensi anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.

“Untuk antisipasi, kami sudah memasang pelindung sementara. Sementara air mancur juga sudah dimatikan,” katanya.

Menurut dia, pengamanan sementara kerap dipindahkan oleh pengunjung yang tidak mengetahui fungsinya, sehingga berpotensi membahayakan.

“Pengamannya kadang dipindah oleh pengunjung,” tambahnya.

Meski terdapat rencana perbaikan pada 2026, DLH Perkim akan memprioritaskan kerusakan yang paling mendesak. Sebab, dengan adanya efisiensi anggaran, perbaikan belum bisa mencakup seluruh sarana yang ada.

Adi menyebutkan, perbaikan fasilitas air mancur terakhir dilakukan pada 2024 dengan anggaran sekitar Rp300 juta untuk satu item. Sementara total sarana yang ada di kawasan tersebut mencapai sekitar 30 titik.

“Untuk sisi timur, sebagian sudah diperbaiki,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas umum di Alun-alun Trunojoyo Sampang. Menurutnya, keberadaan petugas lapangan tidak memungkinkan melakukan pengawasan penuh setiap waktu, terutama saat malam hari ketika jumlah pengunjung meningkat.

“Walaupun ada petugas di lapangan, tidak mungkin menjaga terus-menerus, terutama malam hari saat pengunjung ramai,” pungkasnya.

Editor :