KLIKJATIM.COM | Bojonegoro — Distribusi LPG bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro terus dipantau ketat oleh pemerintah daerah guna memastikan pasokan tetap aman dan merata hingga ke masyarakat.
Saat ini, terdapat empat Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang menopang distribusi, yakni di Medalem, Kapas, Padangan, serta Ringinrejo, Kalitidu. Namun, SPBE di Ringinrejo masih belum beroperasi karena tengah menjalani proses perpanjangan izin usaha.
Di sisi hilir, penyaluran LPG didukung oleh 27 agen resmi dan 1.427 pangkalan yang tersebar di 28 kecamatan. Jaringan ini menjadi ujung tombak distribusi agar LPG subsidi tetap mudah diakses masyarakat.
Untuk tahun 2026, kuota LPG di Bojonegoro ditetapkan sebesar 38.797 metrik ton (MT). Sementara itu, realisasi penyaluran pada Januari hingga Maret 2026 telah mencapai 10.260 MT.
Jika dikonversikan, jumlah tersebut setara dengan sekitar 3,42 juta tabung LPG ukuran 3 kilogram. Dalam kurun waktu tiga bulan atau sekitar 90 hari, rata-rata distribusi mencapai kurang lebih 38 ribu tabung per hari.
Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan dan Usaha Mikro Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Yuri Nur Rahmawat, mengatakan distribusi LPG sejauh ini masih berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
“Dengan dukungan agen dan pangkalan di seluruh kecamatan, kami berupaya menjaga stabilitas distribusi LPG agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Ia menegaskan, tugas pokok dan fungsi Dinas Perdagangan terbatas pada pengawasan serta pengendalian distribusi barang penting dan bersubsidi. Pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan terhadap dugaan penyelewengan.
“Kalau terkait penindakan, itu bukan ranah kami. Kami hanya melakukan pengawasan dan pengendalian distribusi agar tetap sesuai ketentuan,” tegas Yuri Kamis (23/4/2026).
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk agen dan pengelola SPBE, guna mengantisipasi potensi kendala di lapangan, terutama saat permintaan meningkat.
“Untuk saat ini distribusi lancar dan harga masih stabil,” pungkasnya.
Editor : Fatih