KLIKJATIM.Com | Gresik - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik menyatakan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang merenggut banyak nyawa di jalan raya. Salah satu fokus perhatian mereka adalah kecelakaan yang melibatkan dump truck, khususnya dengan pengendara sepeda motor.
Tak jarang, kecelakaan tersebut terjadi akibat kendaraan besar yang nekat masuk ke kawasan tertib lalu lintas (KTL) di jalan protokol.
"Kami sudah jadwalkan rapat kerja besar-besaran dengan pihak-pihak terkait untuk menyamakan pemahaman dan komitmen dalam menekan angka laka lantas," ujar Ketua DPRD Gresik, M. Syahrul Munir, Senin (16/12/2024).
Syahrul menyebut banyak menerima pengaduan dari masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial, terkait perilaku sopir dump truck yang ugal-ugalan dan sering melanggar jam operasional. Ia menambahkan, keluhan paling banyak datang dari aktivitas truk pengangkut galian C yang tak hanya membahayakan pengguna jalan tetapi juga merusak infrastruktur.
"Dump truck sering mengangkut galian C tanpa menggunakan penutup terpal, bahkan melebihi kapasitas muatan yang diizinkan. Hal ini menyebabkan jalan, terutama di jalur Deandles, banyak yang berlubang," tambahnya.
Polisi, menurutnya, telah berulang kali melakukan operasi penertiban berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Bupati Gresik Nomor 22 Tahun 2022. Meski demikian, tindakan tersebut belum memberikan efek jera. Sopir dump truck, yang sering dikejar target bongkar muat, cenderung mengabaikan aturan keselamatan.
Baca juga: Penutupan Turnamen Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir Cup, Orang Tua Siswa SSB MengapresiasiSyahrul menekankan perlunya solusi jangka pendek dan panjang untuk masalah ini. Sementara kebutuhan akan galian C untuk keperluan industri tak bisa dihindari, pemerintah juga harus mencari cara untuk meminimalkan dampaknya. "Pemkab Gresik harus membuat kajian untuk solusi jangka panjang. Namun, solusi jangka pendek tetap harus diterapkan," tegasnya.
Selain itu, Syahrul meminta partisipasi aktif dari pengusaha pemilik truk untuk menertibkan sopir mereka.
"Kita memahami tuntutan mereka, tapi keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan hanya keuntungan bagi pengusaha dan sopir, tetapi abaikan aturan dan keselamatan pengguna jalan," ujar Syahrul.
Ia juga menyoroti kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik yang dianggap perlu ditingkatkan, terutama dalam menertibkan jam operasional dump truck dan mencegah truk memasuki jalur KTL.
"Tidak ada alasan bahwa anggaran tidak tersedia. Dishub harus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal," tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Gresik, Ainul Yaqin Tirta Saputra, menegaskan bahwa rapat kerja besar-besaran akan melibatkan pimpinan dewan dan seluruh pihak terkait. "Permasalahan ini harus dibahas bersama agar ditemukan solusi yang terbaik," kata Tirta. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar