klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kasus Covid-19 Melandai, Jatim Tetap Susun Strategi Jelang Nataru

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jatim Khofifah menyampaikan terkait natal dan tahun baru
Gubernur Jatim Khofifah menyampaikan terkait natal dan tahun baru

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemprov Jatim telah menyusun langkah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2022 (nataru).

[irp]

Kendati kasus telah melandai, namun masyarakat diminta tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (protkes) dan tidak lengah. pemerintah daerah bersama Forkopimda pun diminta untuk melakukan upaya akseleratif vaksinasi.

"Bisa dengan pendekatan kultural serta kearifan lokal lainnya. Saya rasa seluruh kepala daerah di tingkat kabupaten kota pasti paham dan memiliki caranya tersendiri dalam melakukan upaya akseleratif yang inovatif tersebut," ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Selasa (16/11/2021).

Khofifah mengaku mewaspadai para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan masuk ke Jatim melalui pintu-pintu non penerbangan internasional. Seperti disinyalir di Malaysia dan Singapura ditemukan varian baru Covid-19 yakni AY.4.2 yang sudah terdeteksi di sana.

Untuk itu, Khofifah meminta kepada Kapolda dan Pangdam membantu koordinasi dengan Pemda tempat transito  perihal wilayah perlintasan antar provinsi. Kedatangan para PMI disinyalir dapat melalui pelayaran dilanjutkan penerbangan domestik, terlebih ketika penerbangan internasional melalui Bandara Internasional Juanda masih ditutup.

Selain bentuk kewaspadaan di area pintu masuk, Khofifah juga menyatakan bahwa kabupaten/kota harus segera menyiapkan operasi yustisi secara random utamanya sebagai kesiapsiagaan menjelang Nataru. "Kondisi antisipatif ini menjadi format untuk bersiap mengantisipasi Natal dan Tahun baru," ungkapnya.

Ia mengatakan, meski gelombang kepulangan PMI yang masif ini belum terjadi, tindakan preventif dan pengawasan sudah harus digencarkan. Terutama dari jalur Malaysia ke Indonesia yang bisa melalui banyak pintu. "Koordinasi dengan kabupaten/kota yang menjadi perlintasan harus kita koordinasikan bersama dan komunikasikan. Sangat mungkin mereka masuk melalui kapal dan lanjut dengan domestic flight dan sebagainya," imbaunya.

Khofifah pun mengajak kabupaten/kota yang ada di Jatim untuk menjaga dan meningkatkan vaksinasi, serta secara akseleratif menggenjot vaksinasi untuk lansia. "Harus ada akselerasi, perlu ada percepatan yang didorong. Baik itu vaksinatornya ditambah, tenaga adminnya, layanannya ditingkatkan, kita harus bersinergi bersama untuk mengatasi semua kendala," katanya. (bro)

Editor :