KLIKJATIM.Com | Surabaya--DPRD Kota Surabaya meminta Pemkot Surabaya melakukan tracing di sekolah. Sebab, saat ini berkembang isu muncul klaster sekolah covid-19 di Kota Surabaya.
[irp]
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati meminta untuk melakukan penelusuran atau tracing oleh Satgas Covid-19 Kota Surabaya di lingkungan sekolah tersebut.
“Harus ditelusuri lebih lanjut, kapan, dimana dan apakah sudah dilakukan tracing? Apa hanya kasus keluarga atau benar bukan di sekolah. Jika sebelum PTM, maka tidak bisa disimpulkan sebagai ada klaster sekolah di Surabaya,” kata Ajeng, Jumat (1/10/2021).
Permasalahan klaster sekolah ini bermula dari salah satu siswa SD yang terkonfirmasi positif telah terpapar Covid-19. Hal ini juga di akui oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.Satu siswa SD dinyatakan positif, usai melakukan tes swab secara acak.
“Satgas Pemerintah, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan harus menelusuri, sejauh apa hingga Pak Wali bisa menyebutkan 1 siswa SD dan hasil tracingnya bagaimana. Setelah itu proses desinfektan baik dari kelurahan atau Damkar jika dibutuhkan,” tambahnya.
Politisi Gerindra ini juga menegaskan, bahwa kesehatan di Kota Surabaya menjadi prioritas utama. Sebab, Ajeng menilai, bahwa kualitas pendidikan menjadi tanggung jawab Pemerintah.
Sementara itu, dengan langkah tes swab secara acak yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Ajeng menegaskan, bahwa langkah ini juga bukanlah suatu jaminan.
“Swab secara acak bagi siswa dan guru memang baik, tetapi tetap bukan jaminan. Saya sudah mendorong untuk sarpras pendidikan yang sesuai dengan prokes,” tegasnya.
Untuk itu, Ajeng meminta Pemerintah Kota Surabaya, melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya bisa berinovasi pada bidang pendidikan, agar tidak muncul kesenjangan dalam pendidikan di Kota Surabaya.
“Fasilitas multimedia sekolah di masa pandemi harus segera diinovasi, supaya berkualitas dan tidak kesenjangan pendidikan,” jelasnya.
Ia juga meminta pihak sekolah dan orang tua atau wali murid bisa saling terbuka dan transparan mengenai antisipasi terpaparnya para peserta didik dari Covid-19.
“Saya mengharapkan, mohon pentingnya bagi kita bersama, baik dari pihak sekolah, maupun orang tua dari siswa, selain tetap menjaga prokes yang ketat, tidak kalah pentingnya adalah transparansi apabila ada gejala yang menunjukkan ke arah Covid-19, supaya dapat ditindaklanjuti dengan proses pengobatan,” tandasnya.(mkr)
Editor : Redaksi