klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pemkab Gresik Usulkan Tambahan Anggaran Normalisasi Kali Lamong Rp 8,3 Miliar

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Bantaran Kali Lamong di Desa Jono, Kecamatan Cerme yang rawan banjir.
Bantaran Kali Lamong di Desa Jono, Kecamatan Cerme yang rawan banjir.

KLIKJATIM.Com | Gresik—Anggaran normalisasi Kali Lamong diusulkan bertambah. Nilai usulan tambahan itu sebesar Rp 8,3 miliar.

[irp]

Usulan tambahan anggaran itu rencananya akan digunakan membeli tujuh eskavator untuk operasional pengerukan Kali Lamong. Usulan tambahan anggaran itu disampaikan pada rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik bersama Tim Anggaran Pemkab Gresik, Rabu (18/8/2021).

Usulan tambahan anggaran itu diapresiasi Ketua DPRD Gresik, Abdul Qodir. Menurut Qodir, usulan tambahan anggaran itu tujuannya untuk percepatan perbaikan normalisasi Kali Lamong.

"Titik tekannya untuk menekan dampak luapan sungai saat musim penghujan nanti," kata Qodir.

Dijelaskan Qodir, normalisasi Kali Lamong ini Pemkab Gresik tidak bekerja sendirian. Urusan pembebasan lahan akan dilakukan pemerintah provinsi dan pusat. Beberapa perusahaan swasta juga akan dilibatkan dengan menggunakan alokasi dana corporate social responsibility (CSR).

"Sehingga, jika tupoksi masing-masing pihak berjalan. Penanganan banjir semakin cepat," tambahnya.

Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana menambahkan, soal normalisasi Kali Lamong Pemkab Gresik juga perlu mengusulkan pembangunan prioritas pada sisa tahun anggaran 2021.

"Khususnya fasilitas umum yang terdampak luapan. Baik itu jembatan dan jalan desa yang rusak akibat luapan," imbuhnya.

Perlu diketahui, di wilayah Gresik Kali Lamong membentang sepanjang 62 kilometer atau 41,5 persen dari panjang keseluruhan. Dari sisi pembebasan lahan membutuhkan total luas 282,78 hektare atau 2.391 bidang yang tersebar di enam kecamatan.

Tahun ini, ada alokasi anggaran sekitar Rp 100 miliar bersumber dari APBN 2021 untuk proyek penanganan Kali Lamong tahap awal. Dalam rencana Pemkab Gresik, tahun 2021 ini ada tiga desa sebagai sasaran awal pembebasan. Yakni Desa Jono, Tambakberas, dan Morowudi. Ketiganya diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 79 miliar.(mkr)

Editor :