KLIKJATIM.Com | Malang - Pelaksanaan vaksinasi bagi kalangan difabel dan vaksinasi dosis ketiga bagi SDM kesehatan di Jatim resmi dimulai, Senin (2/8/2021).
[irp]
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, vaksinasi untuk kaum difabel menggunakan vaksin Sinopharm dan dikhususkan bagi yang berusia 18 tahun ke atas. Sedangkan vaksin ketiga bagi SDM kesehatan menggunakan vaksin Moderna.
"Vaksin jenis Sinopharm ini tiba di Jatim Rabu (28/7) lalu, dan kami telah melakukan koordinasi percepatan pelaksanaannya. Dan Kota Malang ini menjadi daerah pertama yang melakukan vaksinasi bagi penyandang disabilitas dan SDM Kesehatan. Ibaratnya ini pecah telor," kata Khofifah di kampus UNISMA, Kota Malang, Senin (2/8/2021).
Menurutnya, semua vaksin baik sinopharm maupun moderna ini sudah ada di Kota Malang. Vaksin tersebut disimpan di Cold Storage Dinas Kesehatan Kota Malang karena untuk vaksin Moderna ini berbeda dengan Sinovac dan Astra Zeneca, dimana vaksin Moderna harus disimpan di suhu -30 derajat celcius.
Khusus untuk vaksin moderna, lanjut Khofifah, penggunaannya harus menggunakan atau menandatangani pakta integritas, khusus bagi SDM Kesehatan.
“Betapa ini sangat terbatas untuk segmen yang sangat spesifik sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kami menyampaikan terima kasih baik kepada Unisma maupun UMM. Insya Allah ini akan memberikan percepatan layanan vaksinasi bagi berbagai segmen, bagi berbagai elemen,” katanya.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Jatim ini berharap strong partnership dari berbagai elemen termasuk perguruan tinggi di Jatim ini dapat terus dikembangkan untuk proses akselerasi vaksinasi, untuk seluruh elemen masyarakat.
“Hari-hari ini memang kita mohon untuk bisa membantu percepatan vaksin karena memang dua hal yakni di hulu yang harus kita lakukan adalah pertama percepatan vaksinasi dan kedua menjaga protokol kesehatan dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan vaksin ini membutuhkan proses karena kedatangan vaksin ini tidak langsung dalam jumlah besar, namun secara bertahap. “Biasanya dalam seminggu datang dua kali, adanya seberapa kita langsung distribusikan ke masing-masing kabupaten kota,” ungkapnya.
Ditambahkan, untuk mengkoordinasikan berbagai pelaksanaan program terutama vaksinasi di perguruan tinggi dan sekolah-sekolah nantinya koordinasi intensif secara internal akan dikoordinatori oleh Kepala Dinas Pendidikan, yang akan berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan.
“Insya Allah besok hari Rabu kita juga akan melakukan secara virtual pelaksanaan vaksinasi serentak bagi pelajar usia 12 sampai 17 tahun,” terangnya. (bro)
Editor : Redaksi