klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Drainese Jalan Lingkar Bawean Longsor, Rumah Warga Nyaris Roboh   

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Warga berupaya menahan longsor dengan menancapkan bambu, agar rumahnya tak roboh. fai/klikjatim.com
Warga berupaya menahan longsor dengan menancapkan bambu, agar rumahnya tak roboh. fai/klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik  - Banjir yang melanda Pulau Bawean menyisakan sejumlah kerusakan. Terutama rumah-rumah yang berdekatan dengan saluran drainise. “Banjir menggerus tanah yang mengakibatkan longsor,” kata Kepala Desa Sukaoneng Abdul Hayyi, Selasa (12/1/2021)

[irp]

Menurut Abdul Hayyi, sumber banjir itu bereadal dari drainise jalan lingkar Bawean yang meluap. Masalah bertambah lantaran drainise jalan lingkar Bawean tak memiliki  konstruksi penyangga. “Rumah yang di pinggir Jalan lingkar itu longsor, dan material jatuh ke bahu jalan,” katanya. 

Dikatakan, saluran drainise itu hanya dasarnya saja disemen tanpa ada tembok penahan. Akibatnya air mengerus yang menyebabkan longsor. “Kini warga pemilik rumah memperbaiki dan membangun tembok dengan penahan bambu agar tidak longsor dan ambruk rumahnya,” kecamnya. 

Dusun Kampung Baru Desa Sukaoneng juga mengalami hal yang sama. Meski tidak ada longsor.  material drainise menyumbat aliran air.  “Kalau tidak segera ada tindakan oleh Dinas PU Akan merugikan warga dan petani yang gagal tanam akibat luapan dari saluran drainise itu,” tegas Abdul Hayyi. 

Sementara itu, Kepala Dinas Unit Pelaksana Teknis Daerah (Uptd) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wilayah Bawean Moh. Zein membenarkan warga Sukaoneng resah dengan saluran air dari drainise yang rapuh.

Mengacam pemukiman dan panen hasil pertanian petani. “Besok, Rabu (13/1) kami akan meninjau lokasi apa akan cukup uang negara untuk perbaikan tersebut,” imbuhnya.

Ditambahkan, warga di Kecamatan Sangkapura dan Tambak juga melaporkan tentang drainise Jalan lingkar Bawean yang meluap. Hingga banjir di Pulau Bawean.  (rtn)

Editor :