KLIKJATIM.Com I Pasuruan - Gesernya proyek pengadaan lahan SMPN 2 Pandaan senilai Rp 7 miliar, membuat kalangan dewan khususnya Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan "klabakan". Bahkan komisi yang membidangi pendidikan ini saling tuding dibalik gesernya proyek tersebut.
[irp]
"Penggesernya proyek pengadaan lahan tersebut tidak pernah dibahas. Kalau pun digeser seharusnya melalui pembahasan terlebih dahulu," ungkap Samsul Hidayat heran.
Seharusnya, menurut politisi PKB ini, pengalihan proyek harus melalui mekanisme yang ada. Ia mengaku tidak mengetahui secara detail penggeseran proyek Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan itu. "Yang saya tahu proyek pengadaan lahan dialihkan ke fisik SD dan SMP se Kabupaten Pasuruan," terangnya.
Ditanya gesernya proyek pengadaan lahan SMP N 2 Pandaan hanya diketahui unsur pimpinan dewan, politisi asal Gempol enggan menjawab.
Menanggapi hal tersebut, Solihin Kabid Dikdas Dispendik Kabupaten Pasuruan menanggapi dengan santai. Dijelaskan dia, Tahun 2020 ini Dispendik menyiapkan anggaran Rp 7 miliar untuk pengadaan lahan. Dan dana melakat di DPA (daftar pengisian anggaran). Namun di tengah jalan, dana tersebut tidak terserap lantaran ada SE Bupati Nomer : 900/1443/424.102/2020 tentang recofusing anggaran salah satunya point di SE terkait larangan pengadaan tanah.
"Dana yang tidak terserap dialihkan ke rehab sekolah saat P-APBD," jelasnya.
Ia menambahkan, ada beberapa usulan rehab lembaga pendidikan yang diusulkan melalui pokir (pokok pikiran dewan) yang memang tidak bisa dilaksanakan imbas refosucing, karena ada anggaran pengadaan tanah yang tidak bisa diserap. Akhirnya dana tersebut dialihkan untuk kegiatan rehab lembaga pendidikan milik dewan yang batal dilaksanakan.
Ketika ditanya berapa jumlah lembaga pendidikan yang direhab serta jumlah anggaran di masing masing unit, Solihin tidak bisa memberikan jawaban yang detail. Sebab, data –data masih dibawa anak buahnya yang sedang tugas ke lapangan. Dia hanya mengatakan untuk pagu anggaran rehab di masing masing lembaga sesuai usulan yang sudah masuk yakni di bawah Rp 200 juta rupiah.
"Pertimbangannya kalau proyek P-APBD waktunya pendek ,tujuannya agar pengerjaan fisik bisa tepat waktu," tutupnya. (bro)
Editor : Redaksi
Kemenhub Tinjau Penerapan Green Port di Terminal Teluk Lamong Dukung NZE 2060
Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknologi dan Energi Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc. meninjau penerapan konsep Green Port di PT Terminal Teluk Lamong (…
Kekeringan di Sumenep Kian Meluas, 62 Desa Ditetapkan Berstatus Tanggap Darurat
KLIKJATIM.Com | Sumenep – Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Sumenep, Madura, menunjukkan eskalasi yang signifikan.…
Sesi Offline Megpreneur 2026 Lamongan Berakhir, Inkubasikan Inovasi Bisnis hingga Agripreneur
KLIKJATIM.Com | Lamongan – Rangkaian sesi offline program inkubasi wirausaha muda Megpreneur (Megilan Preneur) 2026 resmi ditutup oleh Bupati Lamongan Yuhronur…
Diduga Gasak Travo Perahu 6.000 Volt di Pelabuhan Pasongsongan Sumenep, Tiga Pria Dibekuk Polisi
KLIKJATIM.Com | Sumenep – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Pasongsongan berhasil membongkar kasus pencurian satu set travo perahu motor yang disandarkan…
Pemkab Bojonegoro Dukung Eksplorasi Migas melalui Survei Seismik 2D Lamturo
KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan dukungannya terhadap rencana Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiata…
50 Ribu Pelajar SMA, SMK dan SLB Jatim Dibantu Beasiswa Afirmasi Pemprov
KLIKJATIM.Com | Jombang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan biaya pendidikan afirmasi kepada 112 murid SMA, SMK, dan SLB di K…