klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Sistem Antrean Online RSUD Ibnu Sina Mampu Hemat Waktu Berobat Pasien

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Direktur Telnologi dan Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan saat meninjau layanan antrean online di RSUD Ibnu Sina (Abd Aziz Qomar/Klikjatim.com)
Direktur Telnologi dan Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan saat meninjau layanan antrean online di RSUD Ibnu Sina (Abd Aziz Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Sistem layanan antrean online Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina mendapat apresiasi dari Direktur Teknologi dan Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan.

Hal itu diungkapkan saat dirinya melakukan peninjauan pelaksanaan transformasi layanan digital kemarin (5/5/2023).

Dalam kunjungannya, Edwin yang didampingi jajaran manajemen RSUD Ibnu Sina keliling ruang pelayanan di beberapa titik gedung rumah sakit.

Sejumlah pasien juga diajak ngobrol mengenai manfaat layanan antrian online ini.

“Penerapannya sudah bagus, antusias support dari managemen juga luar biasa. Memang masih proses transisi sehingga belum sempurna,” kata dia.

Baca juga: RSUD Ibnu Sina Gresik Bakal Terapkan Teknologi Laser Untuk Hancurkan Batu Ginjal

Edwin menyebut apabila transformasi digital berupa layanan antrian online ini sangat bermanfaat. Sebab apabila diterapkan secara menyeluruh, antrian di rumah sakit bisa tidak ada.

"Jika selama ini pasien bisa mengantre berjam-jam untuk pelayanan, dengan antrian online ini tidak perlu lagi antre lama," ujarnya.

Menurutnya banyak sekali manfaat dari antrian online ini, selain menghemat waktu, juga bisa menekan biaya pasien hingga mengurangi resiko penularan penyakit antar pasien.

“Namun saat ini memang perlu edukasi lebih lagi, agar masyarakat menggunakan mobile JKN untuk bisa mengakses layanan antrian online ini,” paparnya.

Perlu diketahui, layanan antrean online ini cukup mudah diakses. Pasien hanya perlu memiliki mobile JKN. Setelah itu pasien bisa melakukan pendaftaran periksa dokter untuk mendapatkan nonor antrean.

Setelah mendapat nomor antrean, pasien bakal mengetahui estimasi pemeriksaannya dilayani. Sehingga para pasien bisa menyesuaikan waktu berangkat ke rumah sakit.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Ibnu Sina Irma Wesprimawari mengatakan, setiap harinya rata-rata ada 600 antrean di layanan poli. Sehingga memang dengan layanan antrean online ini bisa membantu para pasien dalam berobat.

“Jadi tidak perlu menunggu lama di rumah sakit. Para pasien bisa menyesuaikan waktu sesuai jadwal di aplikasi,” ujarnya.

Meski demikian, dokter spesialis penyakit dalam itu menyebut, belum sepenuhnya para pasien menggunakan layanan antrean online ini. Padahal 80 persen lebih pasien RSUD Ibnu Sina merupakan peserta BPJS Kesehatan.

“Ini yang akan kami edukasi terus agar pasien beralih menggunakan antrean online ini,” pungkasnya.

Salah satu pasien, Auliya Budi Rahayu asal Cerme mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan antrean online. Di dalam smartphone miliknya sudah tertulis perkiraan dilayani pukul 08.00, sehingga dirinya pergi ke RSUD Ibnu Sina pukul 07.00 WIB.

“Tidak perlu lagi menunggu lama, waktunya bisa digunakan untuk hal lain,” tuturnya.

Perempuan 54 tahun ini mengaku, secara rutin dirinya melakukan kontrol jantung. Sehingga dengan adanya layanan antrean online, Auliya tidak perlu susah-susah mengambil nomor antrean secara manual.

“Enak online begini, bisa menyesuaikan waktunya,” ujarnya. (yud)

Editor :