KLIKJATIM.Com | Sumenep – Ratusan guru honorer di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, akhirnya mendapat titik terang terkait status mereka dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Kepastian itu muncul setelah digelarnya audiensi bersama Dinas Pendidikan (Disdik) dan Badan Kepegawaian serta Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep pada Selasa (23/9). Dalam pertemuan tersebut diputuskan, usulan tambahan guru yang belum masuk dalam formasi akan segera diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Moh. Abbas, salah satu perwakilan guru honorer, menyambut baik hasil kesepakatan tersebut.
“Alhamdulillah, Kadis bersama pihak BKPSDM sudah menunjukkan komitmennya. Nama-nama yang belum ter-cover akan dibawa ke KemenPAN-RB,” ucapnya dengan nada haru.
Meski demikian, Abbas memberi catatan tegas. Jika janji tersebut tidak terealisasi, pihaknya menyiapkan langkah lanjutan.
Kepala Disdik Sumenep, Agus Dwi Saputra, dalam kesempatan itu menyampaikan permohonan maaf kepada para guru honorer. Ia menegaskan tidak ada niat mengabaikan, melainkan menyesuaikan kebutuhan tenaga pendidik di lapangan.
Baca juga: Raih Prestasi Gemilang, Atlet Petanque Sumenep Masuk Timnas SEA Games 2025“Di sekolah dasar, misalnya, kebutuhan hanya delapan guru. Tidak mungkin diisi lebih dari itu. Karena itu, kami berusaha mencarikan solusi terbaik. Ada kemungkinan sebagian formasi masuk jalur guru, sebagian lagi jalur teknis. Harapannya, Kementerian bisa menerima usulan ini,” jelas Agus.
Agus juga menyebutkan percepatan administrasi sedang dilakukan.
“Malam ini ditargetkan rampung. Untuk sementara, jumlah guru yang kita usulkan ada 476 orang,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala BKPSDM Sumenep, Arif Firmanto, memastikan pihaknya akan menindaklanjuti hasil audiensi tersebut.
“Kebutuhan guru ditetapkan Disdik, tugas kami memproses dan melanjutkannya. Dari awal Bupati sudah menyampaikan bahwa semua guru akan diperjuangkan. Kita harus yakin, sebab mereka sudah puluhan tahun mengabdi,” tegasnya.
Sebagai catatan, total guru honorer di Sumenep mencapai 2.119 orang. Dari jumlah tersebut, 1.621 orang sudah masuk dalam usulan formasi PPPK paruh waktu, sementara 476 lainnya belum tercakup. Kondisi inilah yang memicu desakan agar tidak ada satu pun tenaga pendidik yang tertinggal dalam perjuangan menuju kepastian status. (qom)
Editor : Hendra