KLIKJATIM.Com | Surabaya - Konferensi Geomatics International Conference (GeoIcon) 2019 yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali digelar untuk kali keempat, di sebuah hotel kawasan Surabaya Timur, kamis (21/8/2019). Ajang pertemuan para akademisi ini membahas pentingnya pemetaan laut, untuk keselamatan navigasi dan perkembangan perekonomian suatu negara lewat pelabuhan.
Konferensi skala internasional kali ini mengambil tajuk Geospatial Technology for Mapping the Future: Integrating Land and Marine Development. Hadir beberapa pemateri dari berbagai perguruan tinggi mancanegara. Di antaranya Dr Ian Church dari University of New Brunswick Canada, Prof Kai Wei Chiang dari National Cheng Kung University Taiwan, dan Prof Wan Mohd Main dari Universiti Teknologi Mara Malaysia.
Ketua Panitia GeoIcon 2019, Danar Guruh Pratomo mengatakan, fokus utama hajatan tahunan Departemen Teknik Geomatika ITS ingin memperkenalkan, bahwa hidrografi itu penting untuk kemaslahatan umat. Saat ini tidak banyak yang mengetahui betapa pentingnya peta alam, khususnya peta laut.
[irp]
“Karena memang peta laut tidak terlalu familiar dan jarang orang yang berkecimpung di dalam pelabuhan paham akan itu,” ujarnya.
Padahal, lanjut Danar, Indonesia merupakan negara pesisir yang komposisinya didominasi oleh laut. Sehingga dengan adanya kegiatan seperti ini, bisa dilakukan tukar pikiran mengenai peta laut.
“Karena masing-masing negara berbeda karakteristik lautnya. Benar laut itu di atas sama tenang, tapi di bawah sangat berbeda,” beber dosen Teknik Geomatika ini.
Di Indonesia, peta laut berguna untuk keperluan keselamatan navigasi. Selain itu, pemetaan laut juga dapat berguna untuk menunjang perekonomian suatu negara. Misalnya akses ke pelabuhan, jalur distribusi barang, dan lain sebagainya.
[irp]
"Pernah ada kecelakaan laut akibat pemandu kapal tidak memiliki peta laut. Kapal tersebut akhirnya karam," terang pria berkacamata ini.
Danar menjelaskan, fakta di lapangan mengenai edukasi pentingnya hidrografi sudah bagus. Namun, masih banyak masyarakat baik nelayan maupun para pelaku bisnis yang belum memanfaatkannya secara maksimal.
Saat ini masih ditahap diskusi. Nanti akan ada kesempatan tersendiri dengan melibatkan banyak pihak, khususnya nelayan. "Intinya kita akan sosialisasi terkait peta laut,” ungkapnya.
Dijelaskan Danar, untuk peta laut sebenarnya sudah tersedia dan di-update oleh Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) yang diperbaharui setiap tahun. Kehadiran peta laut yang baik sebenarnya bisa meminimalisir, terjadinya kecelakaan laut sekaligus memperbaiki kondisi perekonomian suatu daerah.
"Peta laut yang dibuat oleh pushidrosal bisa dilihat lewat HP, atau sudah terintegrasi dengan GPS yang mirip di google map," pungkasnya. (lam/hen)
Editor : Redaksi