klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Abdul Qodir Resmi Menjabat Ketua DPRD Kabupaten Gresik

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Prosesi pengambilan sumpah terhadap Ketua DPRD Gresik, Abdul Qodir di Ruang Paripurna Kantor Dewan Jalan Wakhid Hasyim Gresik, pada Kamis (24/9/2020). (Abd. Aziz Qomar/klikjatim.com)
Prosesi pengambilan sumpah terhadap Ketua DPRD Gresik, Abdul Qodir di Ruang Paripurna Kantor Dewan Jalan Wakhid Hasyim Gresik, pada Kamis (24/9/2020). (Abd. Aziz Qomar/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Abdul Qodir secara resmi diambil sumpahnya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Gresik oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Fransiskus Arkadeus Ruwe. di Gedung DPRD Gresik, Kamis (24/9/2020). Abdul Qodir, anggota Fraksi Kebangkitan asal Kecamatan Wringinanom menjabat ketua dewan menggantikan Fandi Ahmad Yani atas kebijakan DPC PKB Kabupaten Gresik yang mundur dari legislatif karena mengikuti kontenstasi Pilbup Gresik 2020.

[irp]

Paripurna pelantikan Ketua DPRD Gresik dipimpin oleh Mujid Ridwan salah seorang Wakil ketua DPRD Gresik. "Selamat kepada Bapak H Abdul Qodir, semoga dapat membawa kemajuan dan tranformasi kebijakan yangebih baik, dan terimakasih kepada Bapak Fandi Ahmad Yani atas kontribusinya sebagai Ketua DPRD selama ini," ucap Mujid menutup sidang.

Dalam pernyataannya setelah dilantik, Abdul Qodir akan melanjutkan program dan kebijakan Ketua DPRD sebelumnya yang menurutnya sudah cukup baik. "Kedepan DPRD akan lebih sering turun ke Lapangan untuk mengkonfirmasi pelaksanaan program kebijakan pemerintah agar sesuai perencanaan," ujarnya.

Membaca situasi hari ini, nantinya dewan akan banyak melakukan Focus Grup Discussion (FGD) agar program yang telah disepakati bersama pemerintah berjalan baik, efektif, terkonfirmasi sesuai perencanaan. "Dalam penyusunan RAPBD nanti kita akan Banyak menggelr FGD untuk mengefektifkan Potensi belanja kita hari ini pada pemulihan ekonomi dan dampak resesi," jelas Qodir.

Selain itu, merespon ancaman defisit anggaran di tahun depan akibat turunnya PAD karena lesunya ekonomi, Qodir dan jajaran, melakukan reevaluasi potensi-potensi pendapatan daerah dengan harapan defisit tidak terlalu besar.

"Itu PR kita yang paling nyata di depan mata, ancaman resesi pasti mengurangi pendapatan, itu yang harus kita minimalisir dampaknya baik terhadap postur APBD maupun Ekonomi," tukasnya. (adv/nul)

Editor :