KLIKJATIM.Com | Jember – Bupati Jember, dr. Faida, MMR tanpa mengenal lelah terus mensosialisasikan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) agar masyarakat bisa terhindar dari wabah penyebaran Covid-19. Secara terus menerus bupati mengimbau warganya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.
[irp]
Seperti terlihat saat bupati perempuan pertama di Jember itu melakukan sosialisasi protokol kesehatan sekaligus membagikan masker kepada warga di beberapa tempat, Senin (14/9/2020).
Diawali di Dusun Krajan Timur Kelurahan Sumbersari, dilanjutkan Dusun Sumberpakem Kelurahan Kebonsari, Dusun Kalikotok, Kelurahan Karangrejo dan Dusun Kaliwining Kelurahan Wirolegi.
"Untuk menjaga kesehatan dimasa pandemi, masyarakat hendaknya tetap mengikuti protokol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak," ujarnya.
"Biasakanlah menggunakan masker saat berada diluar rumah baik saat pengajian, berbelanja ke pasar, pergi ke toko, ke sawah maupun bertamu ke rumah tetangga," imbuh bupati.
Selain itu, Faida juga memberikan edukasi kepada anak-anak, bagaimana menjalankan hidup sehat dalam kesehariannya, dengan memberikan contoh bagaimana cara mencuci tangan yang benar dan selalu menggunakan masker serta jaga jarak.
Selain membagikan masker kepada masyarakat, bupati Faida juga memberikan santunan kepada anak yatim dan memberikan hadiah kepada anak yang menggunakan masker.
Bupati Faida mengatakan, himbauan disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan yang dilaksanakan secara mobile akan lebih efektif dan optimal. ”Sosialisasi dengan berkeliling akan lebih banyak menjangkau warga masyarakat yang tinggal di pelosok wilayah," tuturnya.
“Semoga sosialisasi protokol kesehatan yang disampaikan secara persuasif dan humanis dapat menumbuhkan kesadaran warga untuk mematuhi dan mentaati prosedur protokol kesehatan, sehingga penyebaran dan penularan Covid-19 dapat diminimalisir," tutupnya.
Sementara Lurah Kebonsari, Hafid Iswahyudi menuturkan, Bupati Jember menyantuni anak yatim yang ada di Kelurahan Kebonsari tepatnya di Dusun Sumberpakem, kebetulan saat bulan Muharam. Ada 20 anak yang menerima santunan sekaligus mensosialisasikan gerakan bermasker.
"Tiap tahun Kelurahan Kebonsari memberikan santunan kepada anak yatim sekitar 100 orang dengan memberikan uang saku 300 ribu per orang plus bingkisan. Karena kondisi saat ini masih pandemi sehingga warga berinisiatif memberikan santunan sendiri dengan dana hasil swadaya," pungkasnya. (hen)
Editor : Abdus Syukur