KLIKJATIM.Com | Nganjuk - Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk meninggal dunia beberapa saat setelah dirawat di RSUD Nganjuk, Rabu (1/7/2020). Pasien perempuan berusia 71 tahun ini diagnosa awal mengalami komplikasi diabetes, pneunomia, dan kardiomegali.
[irp]
Ketua Tim Penanggulangan Virus Korona RSUD Nganjuk dr Mei Budi Prasetyo SpP menjelaskan, saat tiba di RSUD Nganjuk sekitar pukul 12.00, pasien memiliki riwayat penyakit cukup berat. Di antaranya diabetes, kardiomegali, azotemia, dan pneumonia. "Begitu tiba di IRD, pasien mendapat perawatan medis namun nyawanya tidak tertolong. Pasien meninggal dunia, namun pasien sudah diambil sampel swab-nya. Tetapi belum keluar hasilnya," kata dr Mei Budi.
Dengan meninggal pasien PDP asal bagor ini, jumlah PDP di Nganjuk yang meninggal dunia ada 36 orang. Beberapa di antaranya diketahui berstatus positif korona karena hasil swab mereka menyatakan positif. "Khusus Rabu kemarin ada tambahan 4 pasien PDP. Masing-masing pasien yang meninggal dunia serta 3 orang lagi," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto.
[irp]
Dijelaskan, jika jumlah PDP bertambah empat orang, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Nganjuk tetap 107 kasus. Sedangkan orang tanpa gejala (OTG) kembali bertambah menjadi 2.334 kasus. Demikian pula orang dalam risiko (ODR) yang kemarin menjadi 45.541 kasus.
Sedangkan untuk jumlah pasien positif Covid-19, menurut Hendri gugus tugas hanya mencatat 81 kasus terkonfirmasi. Pasien berusia 60 tahun yang meninggal di RSUD Kertosono Senin (29/6) lalu dan diketahui positif dari hasil swab, belum masuk pendataan. (hen)
Editor : Redaksi