KLIKJATIM.Com | Surabaya – Kesadaran mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak hanya krusial saat seseorang telah terjun ke industri, melainkan perlu dipupuk sejak menempuh pendidikan di bangku sekolah.
Pesan mendasar tersebut digaungkan oleh Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Timur (DK3P Jatim) melalui program edukatif DK3P Goes to School yang digelar di SMK Negeri 7 Surabaya.
Inisiatif ini dirancang sebagai langkah strategis DK3P Jatim dalam membekali generasi muda, khususnya para siswa SMK yang akan segera berinteraksi dengan iklim kerja melalui agenda Praktik Kerja Lapangan (PKL), magang industri, maupun persiapan pascalulus.
Wakil Ketua DK3P Jatim, Edi Priyanto, menegaskan bahwa penanaman norma K3 sejak dini bertujuan agar siswa memahami keselamatan bukan sekadar regulasi formalis, melainkan menjadikannya sebagai habituasi dan budaya hidup.
"K3 tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus dipahami dan diterapkan. Ada tiga pilar kompetensi K3 yang harus dimiliki, yaitu knowledge, skill, dan perilaku," ujar Edi Priyanto.
Edi menambahkan bahwa dinamika potensi bahaya di dunia kerja masih membutuhkan atensi kolektif. Risiko kecelakaan tidak hanya mengintai di area operasional pabrik atau lapangan, melainkan dapat terjadi saat mobilitas berangkat maupun pulang kerja.
Sesi DK3P Goes to School di SMKN 7 Surabaya disajikan secara interaktif. Materi dasar K3 disampaikan oleh relawan (volunteer) DK3P Jatim, Daninda, yang kemudian dilanjutkan dengan ruang diskusi dua arah.
Para siswa tampil responsif dengan melempar berbagai pertanyaan kontekstual, mulai dari strategi menghadapi pekerja yang enggan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), hingga jenjang karir serta sertifikasi profesi Ahli K3.
Kepala SMKN 7 Surabaya, Rahadi Supratikto, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi sinergis dari DK3P Jatim. Menurutnya, pemikiran dan pengalaman praktis dari praktisi eksternal sangat dibutuhkan untuk memperkuat kesiapan mental serta teknis siswa.
"Kolaborasi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman praktis sebagai bekal sebelum masuk dunia kerja. Kami mendorong para siswa untuk aktif belajar dan menerapkan prinsip K3 baik di sekolah maupun kehidupan sehari-hari," jelas Rahadi.
Pelaksanaan program di SMKN 7 Surabaya ini merupakan gelombang kedua setelah sebelumnya sukses diselenggarakan di SMAN 5 Surabaya. DK3P Jatim berkomitmen memperluas jangkauan edukasi K3 ke lingkup pendidikan menengah atas dan kejuruan secara berkelanjutan.
Guna memperkuat dampaknya, DK3P Jatim berencana merumuskan diskusi strategis bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur agar nilai-nilai K3 dapat terintegrasi secara lebih terstruktur di lingkungan sekolah.
Langkah ini diharapkan mampu mengubah pola pikir dan perilaku berisiko menjadi budaya selamat. Ketika calon tenaga kerja memahami risiko, memiliki kecakapan (skill) untuk memitigasi bahaya, serta terbiasa berperilaku aman, mereka akan bertransformasi menjadi SDM yang tangguh, siap pakai, dan berdaya saing tinggi di dunia industri.
Editor : Fatih