klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Petrokimia Gresik Bidik Tambahan Pasokan Asam Sulfat dari Smelter Manyar Freeport

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, bersama Wakil Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Jenpino Ngabdi, membahas penguatan kerja sama pasokan asam sulfat. (Dok/PG)
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, bersama Wakil Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Jenpino Ngabdi, membahas penguatan kerja sama pasokan asam sulfat. (Dok/PG)

KLIKJATIM.Com | Gresik – PT Petrokimia Gresik bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) dan MIND ID membahas rencana peningkatan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar, Gresik. Tambahan bahan baku tersebut diproyeksikan untuk memperkuat keberlanjutan produksi pupuk nasional.

Pembahasan itu dilakukan dalam pertemuan antara Petrokimia Gresik, MIND ID dan PTFI di Kantor MIND ID, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan perusahaan saat ini telah memiliki kerja sama dengan PTFI terkait penyediaan dan penyerapan asam sulfat dari PTFI Smelting untuk periode 2026-2028.

Seiring beroperasinya Smelter Manyar PTFI, kedua perusahaan kini mematangkan rencana penambahan pasokan bahan baku tersebut.

“Asam sulfat merupakan salah satu bahan baku utama Petrokimia Gresik selain gas alam. Karena itu, kepastian dan keandalan pasokannya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pupuk,” ujar Daconi, Kamis (10/9/2026).

Asam sulfat menjadi salah satu bahan yang digunakan dalam produksi sejumlah pupuk Petrokimia Gresik, di antaranya NPK, SP-36 dan ZA. Karena itu, tambahan pasokan dari dalam negeri dinilai dapat memperkuat rantai pasok bahan baku perusahaan.

Berdasarkan hasil pertemuan, Petrokimia Gresik dan PTFI akan menindaklanjuti upaya penambahan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar secara bertahap.

Selain membahas pasokan dari Smelter Manyar, kedua perusahaan juga membicarakan keberlanjutan pasokan asam sulfat dari PTFI Smelting.

Daconi mengatakan penguatan sumber bahan baku dari dalam negeri menjadi salah satu langkah perusahaan untuk mengurangi risiko gangguan rantai pasok global. Terlebih, pasokan bahan baku industri dapat terdampak dinamika perdagangan maupun ketegangan geopolitik.

“Tambahan pasokan dari dalam negeri akan semakin memperkuat keandalan produksi pupuk nasional, terutama untuk memenuhi penugasan pemerintah dalam penyediaan pupuk,” katanya.

Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterkaitan antarsektor industri. Produk hasil hilirisasi mineral PTFI dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pupuk yang memiliki posisi strategis dalam mendukung sektor pertanian.

Sementara itu, MIND ID akan memfasilitasi koordinasi tindak lanjut antara PTFI dan Petrokimia Gresik. Langkah tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan produk hilirisasi mineral sekaligus memperkuat rantai pasok industri pupuk nasional.

“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana hilirisasi mineral di dalam negeri dapat memberikan manfaat bagi sektor strategis lainnya. Bagi Petrokimia Gresik, sinergi ini memperkuat keandalan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok di tengah dinamika global,” pungkas Daconi.

Editor :