klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Khofifah Ajak IKA UNAIR Kaltara Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor: Dari Pendidikan hingga Penguatan SDM

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri Forum Silaturahmi IKA UNAIR Provinsi Kalimantan Utara.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri Forum Silaturahmi IKA UNAIR Provinsi Kalimantan Utara.

KLIKJATIM.Com | Tarakan – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendorong IKA UNAIR Wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) untuk menjadi jembatan strategis dalam membangun kolaborasi dan jejaring lintas sektor antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara.

Langkah ini diarahkan tidak sekadar untuk mempererat silaturahmi alumni, melainkan diwujudkan dalam bentuk kerja sama konkret, meliputi sektor pendidikan, peternakan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah perbatasan.

Hal tersebut ditegaskan Khofifah saat menghadiri Forum Silaturahmi bersama IKA UNAIR Provinsi Kalimantan Utara yang berlangsung di Hotel Tarakan Plaza & Convention Center, Selasa (8/9/2026) malam.

Dalam sesi dialog interaktif, pengurus dan alumni IKA UNAIR Kaltara menyampaikan aspirasi terkait perlunya pembukaan akses pendidikan serta ruang afirmasi bagi putra-putri Kalimantan Utara yang ingin melanjutkan studi ke Jawa Timur.

Merespons hal tersebut, Khofifah mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki kebijakan alokasi kuota khusus sebesar 20 persen bagi peserta didik dari luar provinsi pada sekolah berasrama (boarding school) yang didanai APBD, seperti SMA Taruna di Jawa Timur.

"Ada kebijakan alokasi kuota penerimaan siswa baru pada sekolah berasrama di Jawa Timur yang didanai APBD. Khusus kuota luar daerah sebesar 20 persen kapasitas sekolah disediakan untuk siswa dari luar Jatim. Jika Dinas Pendidikan Kaltara melakukan MoU dengan Dinas Pendidikan Jatim yang diinisiasi oleh IKA UNAIR, ini akan sangat baik untuk menampung anak-anak Kaltara, terutama dari wilayah perbatasan," ujar Khofifah.

Selain sektor pendidikan, Khofifah juga menyoroti potensi jejaring alumni Unair dalam menghubungkan para pelaku usaha kedua daerah melalui business matching, khususnya pada sektor peternakan sapi.

Jawa Timur, kata Khofifah, memiliki fasilitas Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari milik Kementan yang menyediakan bibit sapi unggul seperti Wagyu, Belgian Blue, hingga Peranakan Ongole. Potensi ini dapat dikolaborasikan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan populasi dan kualitas ternak di Kaltara.

Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut menambahkan bahwa penguatan rantai pasok (supply chain) kedua provinsi disokong oleh posisi strategis Jawa Timur sebagai pusat logistik nasional.

"Dari 41 jalur tol laut secara nasional, sebanyak 24 di antaranya berangkat dari Surabaya. Di Jatim juga ada BBIB Singosari. Ini semua modal kuat yang bisa dikoneksikan dengan kebutuhan Kaltara. Mari kita bangun meeting of minds, kita cocokkan pikiran, apa yang menjadi kebutuhan Kaltara dan apa yang bisa dikontribusikan Jawa Timur agar saling menguatkan," pungkas Khofifah.

Editor :