KLIKJATIM.Com | Lamongan — Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya untuk menggandeng Institut Sabilillah Lamongan sebagai mitra strategis dalam memperkuat pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat memberikan materi kuliah umum dalam acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Gedung Perkuliahan Institut Sabilillah Lamongan, Jalan Sumargo No. 1A Tlogoanyar, Rabu (9/9).
Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini memberikan apresiasi tinggi atas hadirnya perguruan tinggi baru di wilayahnya. Ia menilai, keberadaan perguruan tinggi yang makin menjamur akan memperkuat ekosistem pendidikan sekaligus berdampak langsung pada kemajuan daerah.
“Selamat dan sukses. Saya berharap Institut Sabilillah Lamongan dapat memberikan kontribusi besar dalam pembangunan di Kabupaten Lamongan. Hadirnya Institut Sabilillah tentu akan membangkitkan pengembangan SDM untuk kemajuan daerah Lamongan,” ujar Pak Yes di hadapan para mahasiswa.
Momen ini menjadi perkuliahan umum perdana bagi mahasiswa angkatan pertama Institut Sabilillah Lamongan. Pak Yes menaruh harapan besar agar para mahasiswa baru ini mampu menjadi motor penggerak serta lokomotif kemajuan kampus di masa depan.
Orang nomor satu di Kota Soto itu menegaskan bahwa fungsi perguruan tinggi tidak sebatas ruang menambah pengetahuan formal, tetapi juga wadah membentuk pola pikir, kemampuan mengambil keputusan, serta adapatabilitas terhadap perubahan global yang kian cepat.
Ia menyoroti perubahan pesat di berbagai lini, seperti teknologi, geopolitik, ekonomi, hingga lingkungan. Salah satu fenomena menonjol adalah pesatnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang merevolusi cara manusia berinteraksi, bekerja, dan bertransaksi.
“Persoalan kita saat ini bukan hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi bagaimana terus belajar mengikuti perubahan tuntutan pekerjaan. Ke kampus bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi belajar berpikir, mengambil keputusan, dan terus belajar,” tegasnya.
Kabupaten Lamongan dinilai memiliki potensi modal besar, terutama dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa di mana 69,10 persen di antaranya berada pada usia produktif. Potensi bonus demografi ini, menurut Pak Yes, harus ditopang oleh keterampilan dan pendidikan yang berkualitas.
Selain itu, potensi sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan perhutanan yang menyumbang sekitar 30 persen terhadap PDRB Lamongan perlu disentuh dengan modernisasi digital.
Bupati juga menyoroti peluang besar pada sektor ekonomi syariah yang sangat relevan dengan nilai keilmuan Institut Sabilillah. Sektor ini kini berkembang luas mencakup industri halal, busana, pariwisata, hingga UMKM.
“Ketika nilai Islam, kebutuhan pasar, dan teknologi digabungkan, ini bisa memberikan manfaat sekaligus membuka kesempatan,” jelas Pak Yes. Ia pun mendorong kampus baru ini menerapkan konsep pentahelix—berkolaborasi dengan pemerintah, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha.
Rektor Institut Sabilillah Lamongan, Abdul Jamil, menjelaskan bahwa kampus yang dipimpinnya resmi mengantongi izin penyelenggaraan dari Kementerian Agama sejak 18 Juni 2026. Pada tahun pertamanya, institut ini membuka beberapa fakultas, antara lain Fakultas Ekonomi Islam, Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah (termasuk Fakultas Tarbiyah dan Keguruan), dan Fakultas Ushuluddin.
“Yang sudah mendaftar ada kurang lebih 300 mahasiswa, sesuai dengan kapasitas kita di tahun pertama,” ungkap Abdul Jamil.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sabilillah, Ongki Wijaya Ismail Putra, menegaskan komitmen lembaga untuk mengedepankan kualitas, integritas, dan kejujuran di atas segalanya.
Sesuai dengan motto kampus, “Religius dan Entrepreneurship”, Institut Sabilillah Lamongan tidak hanya membekali para mahasiswa dengan dasar keilmuan agama yang kuat, tetapi juga mendorong jiwa kewirausahaan sosial agar alumni yang dihasilkan mampu menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat.
Editor : Fatih