klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Awal September, Damkar Gresik Tangani 12 Kebakaran dan Tiga Aksi Penyelamatan

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemkab Gresik menyemprotkan air untuk memadamkan api yang membakar semak-semak di dekat salah satu gudang. (Dok/Damkar Gresik)
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemkab Gresik menyemprotkan air untuk memadamkan api yang membakar semak-semak di dekat salah satu gudang. (Dok/Damkar Gresik)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik mencatat rentetan kejadian kebakaran dan penyelamatan hanya dalam dua hari pertama September 2026.

Hingga Rabu (2/9), tercatat sedikitnya 12 kejadian kebakaran dan tiga kejadian penyelamatan (rescue) yang ditangani petugas Damkarla Gresik.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Suyono, mengatakan sebagian besar kebakaran terjadi di lahan kosong yang ditumbuhi rumput atau alang-alang kering. Kondisi tersebut membuat api mudah membesar, terutama ketika disertai angin kencang.

“Di awal September ini kejadian kebakaran cukup banyak. Mayoritas terjadi di lahan kosong, rumput alang-alang dan lahan pertanian. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan, karena api bisa dengan cepat merembet,” kata Suyono.

Salah satu kejadian terjadi di Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Selasa (1/9). Api membakar kandang sapi setelah diduga terjadi korsleting listrik pada magic com yang digunakan untuk membuat jamu sapi.

Petugas Damkarla yang menerima laporan melalui Command Center 112 langsung menuju lokasi. Dua ekor sapi yang berada di kandang berhasil selamat. Petugas kemudian melakukan pemadaman, pembasahan, dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di lahan kosong Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu. Api yang tiba-tiba muncul membakar lahan dan menimbulkan kepulan asap tebal. Petugas Pos Dukun langsung melakukan pemadaman hingga lokasi dinyatakan aman.

Kebakaran lahan juga terjadi di kawasan Taman Wisata Regency, Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo. Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang tidak diawasi hingga merembet ke rumput ilalang.

Kejadian serupa kembali ditemukan di Jalan Raya Melirang, Desa Melirang, Kecamatan Bungah. Rumput alang-alang di dekat gudang terbakar setelah api terlihat saat warga melakukan patroli.

Memasuki Rabu (2/9), kejadian kebakaran masih berlanjut. Api membakar lahan tebu di Dusun Kedungpasing, Desa Brangkal, Kecamatan Balongpanggang. Menurut keterangan warga, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran oleh petani dan kemudian meluas karena tiupan angin kencang.

Petugas tidak hanya melakukan pemadaman di Desa Brangkal. Setelah lokasi dinyatakan kondusif, petugas bergeser ke Desa Ngampel karena masih ditemukan titik api yang harus dipadamkan.

Kebakaran berikutnya terjadi di lahan kosong sekitar Perumahan Sathya Grand City, Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas. Api diduga berasal dari pembakaran lahan pekarangan sawah yang kemudian membesar akibat angin.

Di kawasan industri, kebakaran juga terjadi di lahan kosong Jalan KIG Raya Utara Blok Q 56, Desa Roomo, Kecamatan Manyar. Rumput alang-alang kering terbakar dan meluas. Penanganan melibatkan Damkarla Gresik bersama Damkar PT Semen Gresik serta dukungan tangki air dari kawasan KIG.

Sementara itu, kebakaran lahan juga terjadi di sekitar Pergudangan Panca Bizpark, Desa Samir Plapan, Kecamatan Duduk Sampeyan. Api membakar alang-alang di lahan kosong yang lokasinya berdekatan dengan kawasan pergudangan.

Petugas bergerak cepat karena khawatir api merembet ke bangunan gudang. Setelah pemadaman dan pembasahan, lokasi dinyatakan aman.

Pada sore hari, petugas kembali menangani kebakaran lahan taman di Jalan Mayjen Sungkono, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, dekat kawasan Masjid Agung. Api berhasil dipadamkan sebelum meluas.

Tiga Aksi Rescue

Selain menangani kebakaran, Damkarla Gresik juga menerima laporan penyelamatan pada dua hari pertama September.

Salah satunya adalah laporan biawak yang diduga berada di atas plafon sebuah rumah di Jalan KH Wachid Hasyim, Kelurahan Pekauman, Kecamatan Gresik. Petugas melakukan pencarian, namun hewan tersebut tidak ditemukan dan diduga telah keluar melalui celah atap.

Laporan serupa kembali diterima dari SMAN 1 Dukun pada Rabu (2/9). Petugas menerima laporan adanya suara mencurigakan dari atas plafon yang diduga berasal dari biawak.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pencarian, hewan tersebut juga tidak ditemukan. Petugas kemudian mengimbau pelapor untuk kembali menghubungi Damkar jika hewan tersebut terlihat.

Aksi penyelamatan lainnya dilakukan di kawasan Perumahan Kota Baru Driyorejo, Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo. Petugas mengevakuasi sarang tawon jenis vespa yang berada di lantai dua rumah warga.

Menurut Suyono, rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa tugas Damkarla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga mencakup berbagai bentuk penyelamatan yang membutuhkan penanganan cepat dan aman.

“Petugas kami tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai laporan rescue dari masyarakat. Karena itu, kami mengingatkan masyarakat agar segera melapor ketika menghadapi kondisi yang berpotensi membahayakan, sehingga bisa ditangani petugas,” ujarnya.

Dari belasan kejadian tersebut, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka. Kerugian material juga dilaporkan nihil dalam sejumlah kejadian yang tercatat.

Suyono kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas pembakaran sampah maupun lahan. Rumput dan alang-alang yang mengering ditambah angin kencang dapat membuat api cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

“Kalau memang harus membakar sampah, jangan ditinggal dan pastikan api benar-benar padam. Jangan membakar lahan ketika kondisi angin kencang, karena risikonya sangat besar,” imbau Suyono.

Editor :