klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Warga Jember Rela Antre Lama Beli Pertalite, Isu Kenaikan Harga BBM Jadi Sorotan

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Antrean Pembelian BBM Jenis Pertalite di Sejumlah SPBU wilayah Jember. (Hatta/Klikjatim)
Antrean Pembelian BBM Jenis Pertalite di Sejumlah SPBU wilayah Jember. (Hatta/Klikjatim)

KLIKJATIM.Com | Jember – Antrean kendaraan yang mengular membuat sejumlah warga harus lebih lama berada di SPBU untuk mendapatkan Pertalite. Kondisi tersebut terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, saat isu mengenai kemungkinan kenaikan harga BBM pada awal September 2026 ramai dibicarakan.

Sejak Minggu (30/8/2026), antrean panjang mulai terlihat di sejumlah SPBU dan masih berlangsung hingga Rabu (2/9/2026). Kendaraan roda dua tampak mendominasi barisan konsumen yang hendak mengisi Pertalite.

Di beberapa SPBU, panjangnya antrean bahkan membuat kendaraan mendekati badan jalan. Kondisi tersebut terpantau antara lain di SPBU Mlokorejo, Jambearum, Jalan Ahmad Yani atau Temba’an, Kreongan, dan Puger.

Sejumlah warga mengaku memilih tetap mengantre meski harus menunggu puluhan menit. Mereka khawatir harga BBM mengalami perubahan dalam waktu dekat setelah muncul isu mengenai kemungkinan kenaikan harga Pertalite.

Rio Kurniawan (25), warga Kecamatan Sumbersari, mengatakan dirinya membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit untuk mendapatkan Pertalite. Ia mulai mengantre sekitar pukul 14.00 WIB dan baru bisa mengisi BBM sekitar pukul 14.30 WIB.

“Saya antre sejak pukul 2 siang tadi. Baru dapat beli Pertalite jam setengah 3 sore ini, kurang lebih antre antara 20-30 menit,” kata Rio.

Menurutnya, antrean panjang bukan hanya terjadi pada siang hari. Ia menyebut kondisi serupa masih terlihat bahkan pada dini hari di SPBU kawasan Jalan Ahmad Yani atau Temba’an.

“Bahkan saat dini hari, di SPBU Temba'an (Ahmad Yani) masih antre panjang, keluar sedikit sampai ke jalanan,” ujarnya.

Rio mengatakan antrean didominasi sepeda motor. Kendaraan roda empat memang tidak sebanyak sepeda motor, tetapi pada waktu tertentu antreannya juga cukup panjang hingga mendekati jalan.

Menurut Rio, isu kenaikan harga BBM menjadi salah satu dugaan penyebab masyarakat membeli Pertalite secara bersamaan. Namun, ia menegaskan informasi tersebut merupakan kabar yang beredar di masyarakat dan belum diketahuinya sebagai pengumuman resmi.

“Kayaknya santer isu soal kenaikan harga BBM bulan September ini jadi banyak yang beli. Untuk antrean panjang ini yang banyak terlihat kendaraan motor. Bahkan info dari teman saya, untuk eceran Pertalite di Warung Madura kawasan Tanggul, per liter sekarang naik Rp13 ribu,” katanya.

Hal serupa disampaikan Slamet Hidayanto (32), warga Kecamatan Patrang. Ia harus mengikuti antrean saat mengisi Pertalite untuk mobil operasional kantor jenis Grand Max di SPBU Gajah Mada.

“Saya antre beli BBM jenis Pertalite untuk mobil kantor di SPBU Gajah Mada. Untuk antrean ini panjang. Hari ini lumayan, itu mobil sampai hampir keluar jalan,” kata Slamet.

Slamet melihat peningkatan konsumen Pertalite juga dipengaruhi perpindahan pengguna dari Pertamax. Kenaikan harga Pertamax disebut membuat sebagian masyarakat memilih BBM dengan harga yang lebih terjangkau.

“Sejak BBM Pertamax harganya naik, banyak yang beralih ke Pertalite. Jadinya antre panjang itu. Ada isu juga, katanya awal September ini Pertalite mau naik harganya,” ujarnya.

Di sisi lain, antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU tersebut dipastikan bukan akibat kelangkaan Pertalite. Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, mengatakan stok dan distribusi Pertalite di Jember masih aman.

“Sebenarnya untuk kondisi stok maupun distribusi ini tidak ada kendala. Kami mengimbau saja kepada masyarakat supaya tidak panic buying,” kata Ikbal.

Ikbal menjelaskan, berdasarkan koordinasi dengan pihak terkait, tidak terdapat gangguan dalam distribusi Pertalite ke SPBU di Jember. Ia menyebut fenomena antrean mengular tersebut terjadi secara lokal di Kabupaten Jember.

“Fenomena terjadinya antrean yang mengular di Jember ini hanya terjadi di Kabupaten Jember saja. Padahal baik dari stok maupun jalur distribusinya juga tidak ada kendala sama sekali,” ujarnya.

Ia tidak menutup kemungkinan isu mengenai kenaikan harga BBM ikut memicu masyarakat melakukan pembelian lebih banyak dari biasanya. Namun, masyarakat diminta tidak terburu-buru dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan.

“Bisa jadi ada isu kenaikan harga sehingga masyarakat panic buying,” kata Ikbal.

Untuk mengantisipasi kepanikan, Hiswana Migas akan membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui media dan operator SPBU. Sosialisasi tersebut terutama terkait kondisi stok dan distribusi Pertalite yang disebut masih normal.

“Kami menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui teman-teman media maupun melalui operator yang ada di SPBU. Bahwa secara stok BBM jenis Pertalite aman. Kemudian distribusinya juga tidak ada kendala,” jelasnya.

Ikbal menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait ketersediaan Pertalite. Meski demikian, ia belum mengetahui secara rinci jumlah stok BBM yang tersedia khusus untuk wilayah Jember.

“Yang jelas pihak Pertamina menyampaikan stoknya aman. Untuk detailnya berapa, saya belum monitor,” pungkasnya.

Editor :