KLIKJATIM.Com | Sumenep – Empat orang yang dilaporkan hilang setelah kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, hingga kini belum ditemukan. Basarnas memastikan peluang pencarian tetap terbuka meski operasi pencarian aktif telah dialihkan menjadi operasi rutin dalam rangka kesiapsiagaan SAR sejak Selasa (4/8/2026).
Pemantauan terhadap kawasan perairan tempat kejadian masih dilakukan untuk mengantisipasi adanya informasi baru terkait keberadaan korban maupun posisi kapal.
Salah satu upaya terbaru dilakukan Basarnas dengan mengerahkan helikopter HR-1301 untuk melakukan penyisiran dari udara pada Kamis (6/8/2026). Petugas mengamati kawasan laut yang diduga berkaitan dengan lokasi kejadian untuk mencari petunjuk yang dapat mengarah pada keberadaan korban maupun bangkai kapal.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan pemantauan tetap dilakukan sembari menunggu kepastian data penumpang yang masih dinyatakan hilang.
Menurutnya, data tersebut perlu dicocokkan terlebih dahulu dengan informasi dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Perak serta perusahaan pelayaran.
“Sembari menunggu verifikasi pengaduan penumpang yang belum ditemukan dari KSOP dan perusahaan kapal, kami tetap melaksanakan aksi pemantauan dan penyisiran di area sekitar lokasi kejadian. Ini dilakukan agar tidak ada jeda waktu operasi sampai proses verifikasi rampung,” tegas Nanang, Sabtu (8/8/2026).
Basarnas sebelumnya juga mengerahkan kapal KN SAR 249 Permadi untuk melakukan penyisiran di perairan utara Sumenep pada Rabu (5/8/2026).
Namun, kapal tersebut kini telah meninggalkan lokasi operasi dan berada di Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk melakukan pengisian bahan bakar sebelum kembali digunakan dalam kebutuhan operasi selanjutnya.
Nanang menjelaskan, perubahan status operasi SAR bukan berarti peluang pencarian korban ditutup sepenuhnya. Setiap informasi baru mengenai korban yang membutuhkan evakuasi akan menjadi dasar bagi Basarnas untuk kembali mengoordinasikan operasi bersama unsur terkait.
“Meski demikian apabila ada laporan korban yang perlu dievakuasi maka akan dikomunikasikan ke semua unsur posko sesuai fungsi masing-masing,” kata Nanang.
Ia mengatakan keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II masih dapat menyampaikan laporan kepada pihak berwenang di Pelabuhan Tanjung Perak.
Laporan dapat disampaikan melalui Polres Tanjung Perak maupun KSOP Tanjung Perak. Selanjutnya, data tersebut akan diverifikasi bersama pihak perusahaan pelayaran.
“Keluarga yang merasa kehilangan sanak saudaranya dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II bisa melapor dan nantinya akan diverifikasi datanya oleh KSOP Tanjung Perak dan pihak perusahaan kapal,” imbuhnya.
Menurut Nanang, Basarnas saat ini masih menunggu daftar resmi korban yang telah melalui proses validasi oleh KSOP Tanjung Perak bersama perusahaan pemilik kapal.
Data yang telah terverifikasi tersebut nantinya menjadi acuan apabila terdapat laporan baru mengenai penumpang yang belum diketahui keberadaannya. Jika laporan dinyatakan valid, langkah pencarian dapat kembali dilakukan berdasarkan informasi resmi tersebut.
Selain pemantauan melalui udara, pencarian sebelumnya juga dilakukan menggunakan KN SAR 249 Permadi. Kapal tersebut menyisir kawasan perairan utara Sumenep sebelum kembali ke Surabaya untuk pengisian bahan bakar.
Nanang menambahkan, pola pengelolaan operasi SAR saat ini juga mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya koordinasi seluruh unsur dipusatkan melalui satu posko terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak, mekanisme tersebut kini dikembalikan kepada masing-masing kesatuan.
Dengan mekanisme tersebut, setiap unsur kembali mengendalikan sumber daya pencarian sesuai tugas, fungsi, dan tingkat kesiapsiagaan masing-masing.
Meski status operasi pencarian aktif telah berakhir, Basarnas tetap membuka ruang koordinasi apabila terdapat informasi baru terkait empat korban yang hingga kini belum ditemukan.
Editor : Abdul Aziz Qomar