KLIKJATIM.Com | Sumenep - Tragedi kebakaran yang menimpa KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menelan korban jiwa. Hingga Minggu (2/8) sore, lima penumpang dipastikan meninggal dunia, sementara ratusan lainnya berhasil diselamatkan dari kapal yang terbakar saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit PH, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan hasil pembaruan pendataan hingga pukul 15.15 WIB.
"Dari hasil pendataan sementara, sebanyak 218 penumpang berhasil diselamatkan, sedangkan empat orang ditemukan meninggal dunia," kata Nanang, Minggu (2/8) petang.
Meski demikian, operasi pencarian belum dihentikan. Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian guna memastikan tidak ada lagi penumpang yang belum ditemukan.
Evakuasi korban dilakukan dengan melibatkan sedikitnya enam kapal yang berada di sekitar lokasi saat insiden berlangsung. Kapal Meratus Pematang Siantar menjadi armada yang mengevakuasi korban terbanyak, yakni 111 orang. Dari jumlah tersebut, 109 penumpang berhasil selamat, sedangkan dua lainnya meninggal dunia.
Selanjutnya, TB Hasnur 26 mengevakuasi 66 orang, terdiri atas 65 korban selamat dan satu korban meninggal. Sementara Meratus Project 3 membawa 14 orang dengan rincian 13 selamat dan satu korban jiwa.
Adapun kapal Transco Arafura mengangkut 17 penumpang yang seluruhnya berhasil diselamatkan. Begitu pula Prakarsa Mas serta SC Aila XVII yang masing-masing membawa tujuh orang tanpa adanya korban meninggal.
Insiden kebakaran pertama kali diterima Kantor SAR Surabaya dari laporan petugas siaga Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. Tak lama berselang, PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator kapal mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyebut kapal membawa sekitar 250 penumpang dalam pelayaran menuju Makassar.
Berdasarkan informasi terakhir dari nakhoda sebelum komunikasi terputus, api mulai muncul sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB ketika kapal masih berada di perairan utara Madura.
Posisi pasti kapal kemudian diketahui setelah koordinasi antara tim SAR dan Meratus Project 3 pada pukul 09.45 WIB. Saat itu, kapal telah bergeser sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi dengan kondisi sebagian besar badan kapal telah dilalap kobaran api.
Akibat situasi tersebut, para penumpang berkumpul di bagian haluan dan anjungan kapal sambil menunggu pertolongan. Meratus Project 3 tidak dapat merapat karena membawa muatan yang berisiko terbakar, sehingga proses penyelamatan penumpang kemudian dilakukan oleh TB Hasnur 26.
Kondisi sempat memanas sekitar pukul 10.20 WIB ketika sejumlah penumpang memilih melompat ke laut demi menyelamatkan diri. Mereka kemudian berhasil dievakuasi oleh TB Hasnur 26 bersama kapal British Mentor yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Untuk mempercepat proses pencarian, Basarnas juga mengerahkan KN SAR 249 Permadi dari Surabaya serta satu unit rigid inflatable boat (RIB) milik Pos SAR Sumenep guna memperkuat operasi penyelamatan.
Editor : Wahyudi